Perempuan Desa Pemalang Didorong Naik Kelas, Pelatihan PPEP Fokus ke Usaha Berkelanjutan

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Pemalang, diarahkan untuk membentuk kelompok usaha perempuan yang mandiri dan mampu berjalan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu upaya penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal desa.

Fokus pelatihan tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang juga menekankan pentingnya pengelolaan usaha, pembagian kerja, dan mutu produksi agar hasil pelatihan tidak berhenti di tahap praktik.

Materi disusun dari kebutuhan peserta

Pelatihan PPEP tahap II tahun 2026 ini berlangsung selama dua hari dengan materi yang disusun berdasarkan hasil asesmen tahap pertama. Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta dan kondisi di lapangan.

Pada hari pertama, peserta mendapat praktik teknis pembuatan produk bersama narasumber praktisi. Setelah itu, peserta mengikuti evaluasi hasil praktik, identifikasi kendala, dan diskusi mengenai peluang pengembangan usaha.

HariFokus MateriTujuan
Hari pertamaPraktik teknis pembuatan produk, evaluasi hasil, identifikasi kendala, dan diskusi usahaMemperkuat keterampilan dasar dan melihat peluang pengembangan
Hari keduaManajemen kelompok, pembagian tugas, jadwal produksi, bahan baku, dan standar mutuMembuat usaha lebih tertata, efektif, dan efisien

Manajemen kelompok jadi penentu keberlanjutan

Hari kedua diarahkan pada penguatan manajemen kelompok. Materinya mencakup pembagian tugas, penyusunan jadwal dan target produksi, pengadaan bahan baku, serta penyusunan standar mutu produk.

Kepala Bidang PPPA Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Triyatno Yuliharso, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui penguatan keterampilan dan kemampuan mengelola usaha. Ia menekankan bahwa perempuan perlu dibekali agar tidak hanya bisa membuat produk, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara konsisten.

Menurut Triyatno, manajemen yang baik dan pemanfaatan potensi lokal diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan pendapatan keluarga. Pada saat yang sama, langkah itu juga diharapkan ikut memperkuat perekonomian desa.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada pelatihan semata. Kelangsungan usaha peserta dinilai bergantung pada kerja sama kelompok dan pendampingan yang berkesinambungan.

Harapan untuk ekonomi desa dan keluarga

Pemprov Jateng dan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang menempatkan program PPEP sebagai ruang pembinaan agar perempuan desa naik kelas. Sasaran akhirnya adalah usaha kelompok yang kuat dan mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga serta lingkungan desa.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa penguatan ekonomi perempuan tidak hanya bertumpu pada kemampuan produksi. Kunci utamanya ada pada kemampuan mengelola usaha, menjaga kualitas, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa secara berkelanjutan.

Source: joglojateng.com

Berita Terkait