Peluang Terakhir Menangkap Orion Sebelum Splashdown, Teleskop 8 Inci Atau Lebih Sangat Membantu

Author: Redaksi Android62

Peluang terakhir untuk menangkap Artemis 2 masih terbuka, tetapi waktunya sangat sempit karena kapsul Orion itu sudah mendekati fase splashdown. Objek ini bergerak sangat cepat, sekitar 2.900 mph atau 4.670 km/jam, sehingga posisinya bisa berubah dari menit ke menit terhadap bintang latar.

Bagi pengamat langit, kecepatan itu justru bisa dimanfaatkan sebagai petunjuk saat mencari di teleskop. Dalam pemotretan eksposur panjang, lintasan Orion juga dapat muncul sebagai guratan cahaya tipis, meski objeknya tetap redup dan tidak mudah dilihat tanpa alat bantu.

Kapan peluang pengamatan paling masuk akal

Jendela terbaik berada pada pagi hari Jumat, 10 April, untuk banyak pengamat di Amerika Serikat. Dari wilayah Midwest pada koordinat 40° N 90° W, kapsul diperkirakan terbit sedikit sebelum pukul 1 A.M. waktu setempat, lalu mencapai ketinggian tertinggi sekitar pukul 5 A.M.

Sesudah itu, Orion masih dapat dipantau hingga fajar dan baru tenggelam setelah matahari terbit. Waktu ini tetap bergantung pada lokasi, dan wilayah yang lebih ke selatan disebut bisa melihat kapsul muncul sedikit lebih awal serta mencapai puncak langit sekitar 20 sampai 30 menit lebih lambat.

Apa yang dibutuhkan untuk bisa melihatnya

Objek ini diperkirakan berada pada kisaran magnitudo 14 saat mendekati Bumi, sehingga pengamatan dengan mata telanjang hampir mustahil. Teleskop berdiameter 8 inci atau lebih besar punya peluang lebih baik untuk menangkapnya, terutama jika dikombinasikan dengan fotografi eksposur panjang.

Beberapa smartscope juga berpotensi mendeteksi Artemis 2 karena sistem pemrosesan citranya. Namun tantangan terbesar tetap pada letaknya yang rendah di langit selatan, sehingga pengamat perlu mencari area dengan horizon yang benar-benar terbuka.

Lokasi pengamatan sangat menentukan

Langit selatan yang gelap dan bersih memberi peluang terbaik untuk mendapatkannya. Pepohonan, gedung tinggi, atau penghalang lain dapat langsung menutup objek yang memang sudah rendah, sehingga lokasi dengan pandangan lapang menjadi keuntungan besar.

Tempat yang lebih tinggi, seperti bukit atau area terbuka, dapat membantu menambah peluang. Dalam pengamatan objek redup seperti ini, perbedaan beberapa derajat di atas horizon sering kali menentukan apakah target benar-benar terlihat atau tidak.

Cara melacak posisi Orion sebelum mencoba mengarahkannya

Bagi pengamat pemula, TheSkyLive.com disebut sebagai pilihan yang paling mudah dipakai. Pengguna bisa memasukkan lokasi, lalu melihat apakah objek berada di atas atau di bawah horizon, termasuk waktu terbit, transit, dan terbenamnya.

Peta bintang interaktif di situs itu membantu menunjukkan posisi kapsul di langit. Koordinat altitude dan azimut juga penting, karena altitude menunjukkan ketinggian dari horizon, sedangkan azimut menunjukkan arah dengan patokan 0° di utara, 90° di timur, 180° di selatan, dan 270° di barat.

Untuk data yang lebih presisi, JPL Horizons milik NASA bisa dipakai. Layanan ini berguna terutama bagi teleskop go-to atau smartscope yang membutuhkan pembaruan koordinat dari menit ke menit agar arah bidik tetap sesuai lintasan objek.

Jalur khusus untuk pengguna Unistellar

Pemilik smartscope Unistellar dapat membuka situs science.unistellar.com untuk mencari posisi Artemis II. Langkahnya dimulai dari menu Planetary Defense dan Ephemeris, lalu memilih target Artemis II serta lokasi pengamatan sebelum data posisi ditampilkan.

Hasil pencarian biasanya muncul dalam beberapa entri dengan selang 10 menit. Ikon mata abu-abu menandakan objek tidak terlihat, sedangkan ikon ponsel biru menunjukkan kapsul bisa dibuka langsung ke aplikasi Unistellar untuk dipantau lebih lanjut.

Jika koordinat sudah muncul, target bisa disimpan agar teleskop bergerak otomatis ke arah objek. Pengamatan juga dapat direkam dan dibagikan ke jaringan sains warga Unistellar, meski bergabung ke Slack tidak wajib untuk sekadar melacak atau merekam data.

Dengan teleskop yang memadai, langit selatan yang terbuka, dan kondisi langit yang cerah, masih ada peluang nyata untuk menangkap Orion sebelum momen splashdown tiba. Waktu yang tersisa memang singkat, tetapi bagi pengamat yang siap dengan arah bidik dan lokasi yang tepat, Artemis 2 masih bisa menjadi target yang layak dicoba pada pengamatan terakhirnya.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru