Ribuan Pelayat Antarkan Abu Doto, Sosok yang Dijaga sebagai Simbol Damai Aceh

Author: Redaksi Android62

Zaini Abdullah dimakamkan di kompleks Pesantren Terpadu Hafidh Quran, tepat di depan rumah kelahirannya. Peristirahatan terakhir itu menegaskan kedekatannya dengan tanah asal yang membentuk perjalanan hidupnya, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian penghormatan besar dari masyarakat Aceh.

Lokasi makamnya berada di sebelah timur makam ayahnya, Teungku Abdullah Hanafiah. Penempatan ini memberi makna tersendiri bagi warga yang menilai Abu Doto tetap kembali ke ruang yang paling dekat dengan keluarga, tradisi, dan identitas Aceh.

Gelombang duka di Banda Aceh

Sebelum dimakamkan, puluhan ribu pelayat memenuhi Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, untuk menunaikan salat jenazah bakda Asar. Kehadiran mereka datang dari berbagai lapisan, mulai dari pejabat, ulama, santri, hingga warga umum.

Antusiasme itu menunjukkan kuatnya ikatan antara Zaini Abdullah dan masyarakat Aceh. Banyak orang rela menunggu berjam-jam demi memberi penghormatan terakhir kepada mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017 tersebut.

Kembali ke Pidie dengan penghormatan yang sama besar

Setelah prosesi di Banda Aceh, jenazah dibawa ke Gampong Rapana, Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Di kampung halamannya, suasana haru kembali terasa ketika warga dari Beureunuen hingga pelosok pedalaman datang menyambut kedatangan almarhum.

Permintaan warga dan kerabat setempat membuat salat jenazah kembali digelar di Masjid Teureubue sekitar pukul 19.30 WIB. Warga disebut terus berdatangan sejak kabar duka tersiar sekitar pukul 12.30 WIB.

Mirza Marjaya, tokoh masyarakat Beureunuen, mengatakan banyak warga menanti hingga malam hari hanya untuk melepas rindu terakhir kepada tokoh yang mereka sebut sebagai kunci perdamaian Aceh. Kehadiran itu memperlihatkan bahwa pengaruh Abu Doto melampaui jabatan formal yang pernah diembannya.

Jejak sebagai tokoh perdamaian

Zaini Abdullah dikenal sebagai diplomat senior dan salah satu figur penting dalam proses damai Aceh. Dalam ingatan banyak orang, namanya melekat pada upaya meredakan konflik dan membuka jalan bagi kehidupan yang lebih stabil di daerah tersebut.

Budayawan Universitas Syiah Kuala, M. Adli Abdullah, menilai prosesi pemakaman ini juga menjadi ruang refleksi bagi Aceh atas jasa-jasanya. Pandangan itu sejalan dengan banyaknya warga yang datang bukan sekadar untuk berbelasungkawa, tetapi juga untuk mengenang kontribusi almarhum bagi daerah.

Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang besar bagi Aceh karena ia bukan hanya pernah memimpin provinsi itu, tetapi juga dipandang sebagai figur yang menenangkan, sederhana, dan dihormati lintas kalangan. Di mata masyarakat, Abu Doto tetap dikenang sebagai sosok yang ikut menjaga suasana damai di Bumi Serambi Mekah.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru