Pemangkasan Tepat dan Cahaya Cukup, Kunci Anggur Pot Agar Tidak Sibuk Berdaun Saja

Kunci membuat anggur dalam pot kecil cepat berbuah justru ada pada pengaturan tumbuhnya sejak awal. Tanaman ini sering tampak subur karena daun terus bertambah, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat energinya habis untuk vegetatif dan tandan buah menjadi sedikit.

Agar hasilnya berubah, seluruh unsur dasar perlu disusun dari pot, media tanam, air, cahaya, sampai pemangkasan. Jika salah satu terlalu dominan, anggur cenderung tetap rimbun tanpa memberi panen yang memuaskan.

Salah satu langkah paling awal adalah memilih varietas yang memang cocok untuk wadah terbatas. Isabella, Red Globe, Concord, dan Taldun disebut lebih adaptif untuk ditanam di pot, sementara Taldun juga dikenal cepat berbuah dan dapat mulai menghasilkan sekitar 6 bulan setelah penanaman.

Bibit yang dipakai juga berpengaruh besar pada arah pertumbuhan tanaman. Bibit berkualitas dari indukan unggul atau bibit stek sambung dapat membantu mempercepat pertumbuhan, meningkatkan ketahanan, dan mendukung hasil panen.

Pot dan media tanam tidak boleh sempit

Ruang akar menjadi faktor penting pada anggur yang ditanam dalam pot. Karena itu, diameter minimal 30 cm dengan tinggi 40 cm disarankan agar akar masih punya ruang berkembang.

Bahan pot pun sebaiknya dipilih dengan cermat. Pot tanah liat atau terakota lebih dianjurkan karena porinya membantu sirkulasi udara, sedangkan bentuknya perlu kokoh, berdasar lebar, dan memiliki lubang drainase yang cukup agar tanaman tidak mudah terguling dan air tidak menggenang.

Setelah pot tepat, media tanam harus dibuat gembur dan porous. Kondisi seperti ini membantu air cepat meresap sekaligus membuang kelebihan air, sehingga akar anggur tidak mudah membusuk.

Campuran yang sering dipakai adalah tanah gembur, sekam bakar, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Alternatif lain adalah tanah merah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2, sementara sekam bakar dan cocopeat juga dapat dipakai sebagai bahan organik pendukung karena ringan, mampu menyimpan air, dan memiliki pH netral.

Nutrisi harus diarahkan ke bunga dan buah

Media tanam yang baik tetap perlu diperkaya unsur hara agar tanaman tidak hanya menumbuhkan daun. Kompos, pupuk kandang, serta pupuk SP36 atau TSP disebut membantu meningkatkan kesuburan dan mendukung pembentukan bunga.

Jika media terlalu asam, dolomit atau kapur pertanian dapat ditambahkan. Anggur juga membutuhkan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, disertai unsur mikro dalam jumlah yang cukup.

Pupuk booster anggur yang mengandung hara makro, mikro, dan senyawa organik disebut bisa membantu mempercepat pembungaan, pengisian buah, mengurangi risiko buah rontok, dan memperkuat buah pada tangkai. Untuk tanaman awal, dosis yang disebutkan adalah 1 hingga 4 gram per liter air setiap 10 sampai 15 hari, sedangkan saat tanaman sudah produktif dosis dapat dinaikkan menjadi 8 hingga 10 gram per liter air dan diberikan setiap 1 sampai 3 bulan.

Air, sinar, dan kebersihan ikut menentukan hasil

Penyiraman pada anggur dalam pot perlu dijaga seimbang karena media di wadah lebih cepat kering dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di tanah. Penyiraman umumnya dilakukan teratur, sering kali pada sore hari, tetapi air tidak boleh berlebihan karena kondisi terlalu basah dapat memicu busuk akar dan menghambat pembuahan.

Cahaya matahari langsung juga tidak bisa diabaikan. Anggur membutuhkan sekitar 6 sampai 8 jam cahaya setiap hari untuk mendukung fotosintesis, pertumbuhan sehat, dan pembentukan buah.

Jika lokasi tanam kurang terang, pot bisa dipindahkan ke area yang lebih mendapat sinar. Permukaan reflektif juga dapat dimanfaatkan untuk menambah pantulan cahaya, sedangkan daun yang pucat atau menguning sering menjadi tanda pasokan cahaya kurang memadai.

Di sisi lain, kebersihan area tanam membantu tanaman tetap fokus pada pembungaan. Gulma perlu dibersihkan karena dapat merebut air dan nutrisi, sekaligus menjadi inang hama dan penyakit.

Pemangkasan menjadi penentu utama

Pada anggur pot, pemangkasan termasuk langkah paling krusial untuk merangsang buah. Tanpa pemangkasan intensif, tanaman mudah berubah menjadi semak daun yang menghabiskan energi untuk cabang dan daun.

Teknik yang umum digunakan adalah spur pruning dengan 2 sampai 3 mata tunas, rod pruning dengan 5 sampai 7 mata tunas, dan cane pruning dengan 10 sampai 15 mata tunas. Saat tanaman ingin dibuahkan, pemangkasan berat perlu dilakukan dengan menyisakan sekitar 10 persen bagian tanaman.

Di daerah tropis, stres air juga sering dipakai untuk merangsang pembuahan. Caranya dengan menghentikan penyiraman selama 3 sampai 7 hari sampai tanaman pot tampak layu, lalu penyiraman rutin dilanjutkan kembali sebelum cabang dipangkas.

Waspadai gangguan sejak awal

Hasil buah bisa turun bila hama dan penyakit dibiarkan berkembang. Anggur dapat diserang ulat grayak, tungau merah, kumbang daun, ngengat buah, dan kutu phylloxera.

Penyakit yang perlu diwaspadai meliputi karat daun, antraknose, dan busuk buah. Pengendalian dapat dilakukan dengan memangkas daun yang sakit, menjaga sanitasi, serta membungkus buah, sementara insektisida atau fungisida yang sesuai dapat digunakan jika serangan sudah parah.

Lokasi tanam juga ikut memengaruhi keberhasilan pembungaan dan pembuahan. Anggur disebut dapat tumbuh baik pada wilayah dengan ketinggian 1 sampai 800 mdpl, sedangkan lokasi di atas 800 mdpl dapat memengaruhi proses berbunga dan berbuah.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer