Pembaruan Steam Store Sudah Dikirim Ke Semua Pengguna, Tampilan Baru Langsung Picu Pro Dan Kontra

Valve akhirnya menggulirkan desain baru Steam Store ke semua pengguna setelah sempat diuji dalam tahap beta selama beberapa bulan. Begitu tersedia luas, perubahan ini langsung memancing reaksi keras dari komunitas, dari yang merasa tampilan baru lebih rapi sampai yang menganggapnya justru mengganggu.

Pembaruan ini bukan sekadar sentuhan visual ringan. Valve membawa beberapa perubahan yang langsung terasa di etalase digital miliknya, termasuk kalender rilis yang dipersonalisasi, penyempurnaan pada daftar “popular upcoming”, serta artwork game beresolusi lebih tinggi.

Di kolom komentar, respons pengguna terbelah tajam. Sebagian menyebut desain baru itu “hot garbage”, sementara yang lain melontarkan kata “revolting” dan bahkan menyatakan tidak ingin memakai Steam lagi.

Meski begitu, tidak semua suara datang dari sisi penolakan. Ada juga pengguna yang menilai pembaruan ini sebagai langkah yang lebih baik karena tampilannya dianggap lebih bersih dan lebih mudah diikuti.

Sikap yang beragam itu tidak terlalu mengejutkan bagi pengguna lama Steam. Platform ini sudah lama menjadi bagian dari rutinitas banyak pemain PC, sehingga perubahan kecil pada antarmuka pun sering memunculkan reaksi yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Salah satu contoh yang pernah mencolok datang dari Wes Fenlon, yang pada 2024 menulis bahwa dirinya mengalami semacam krisis eksistensial setelah Valve memindahkan tombol “open screenshot”. Peristiwa itu menunjukkan bahwa detail yang tampak sepele saja bisa memicu keluhan besar di kalangan pengguna.

Di tengah perdebatan soal desain baru, ada pula pandangan yang menempatkan Steam dalam konteks yang lebih luas. Dari sudut pandang ini, baik versi lama maupun baru memang punya detail yang bisa mengganggu, tetapi Steam masih dianggap lebih masuk akal dibanding banyak perangkat lunak lain yang dipakai setiap hari.

Karena itu, pembaruan Steam Store kini bukan cuma dipandang sebagai perubahan tampilan. Bagi sebagian orang, ini juga menyentuh kebiasaan lama yang sudah terbentuk, sehingga wajar jika diskusi tentang apakah navigasi menjadi lebih nyaman atau justru sebaliknya masih terus berlanjut.

Berita Terkait