Pemegang tiket Piala Dunia 2026 kini tak lagi dibebani syarat jaminan visa yang sempat membuat banyak calon penonton khawatir. Pemerintah Amerika Serikat mencabut kewajiban setor uang tunai itu bagi penggemar yang memenuhi kualifikasi, sehingga akses menuju turnamen besar tersebut menjadi lebih ringan.
Kebijakan ini muncul di tengah persiapan tuan rumah bersama, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, untuk menerima arus kunjungan dalam jumlah besar. Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 10 juta pengunjung akan datang ke kota-kota penyelenggara mulai 11 Juni 2026.
Penghapusan jaminan ini tidak berlaku untuk semua orang. Aturan tersebut hanya menyasar pemegang tiket yang mendaftar melalui program percepatan FIFA PASS dan telah memenuhi syarat yang ditetapkan penyelenggara.
Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, menjelaskan bahwa pembebasan itu diberikan kepada fans yang sudah membeli tiket Piala Dunia dan mengikuti program tersebut per 15 April 2026. Dengan begitu, pemerintah tetap menjaga jalur masuk yang sah tanpa mewajibkan deposit besar yang sebelumnya dipersoalkan.
Sebelumnya, besaran jaminan yang dibicarakan berada di kisaran 5.000 hingga 15.000 dolar AS. Angka itu memunculkan kekhawatiran karena dianggap dapat mempersulit akses masuk, terutama bagi warga dari 50 negara yang terdampak pengetatan imigrasi.
Aturan jaminan visa itu pertama kali diluncurkan pada Agustus tahun lalu sebagai langkah untuk menekan risiko pelanggaran durasi tinggal visa. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut justru menjadi sorotan karena dinilai menambah beban finansial bagi calon penonton.
Meski jaminan finansial sudah dicabut, pemeriksaan keamanan tidak ikut dilonggarkan. Pemerintah AS menegaskan bahwa pemeriksaan latar belakang tetap berjalan ketat sesuai prosedur standar visa yang berlaku.
Namdar juga menegaskan bahwa kebijakan baru ini bukan berarti proses masuk ke Amerika Serikat menjadi bebas hambatan sepenuhnya. Pemerintah, kata dia, tetap memprioritaskan keamanan nasional sambil memfasilitasi perjalanan yang sah untuk turnamen tersebut.
Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pengecualian serupa juga telah diberikan kepada elemen teknis tim, termasuk pemain, pelatih, dan staf pendukung yang memenuhi semua persyaratan masuk ke AS.
FIFA menyambut baik koordinasi antara otoritas keamanan dalam negeri dan badan sepak bola dunia itu. Dalam pernyataannya, FIFA menyebut kerja sama dengan pemerintah AS dan gugus tugas Gedung Putih sebagai bagian dari upaya menghadirkan ajang global yang sukses dan berkesan.
Federasi itu juga mengapresiasi dukungan yang terus diberikan pemerintah AS. Di sisi lain, FIFA menilai kebijakan baru ini membantu mempermudah akses bagi para penggemar dari berbagai negara.
Dampaknya ikut dirasakan oleh sejumlah negara peserta yang sebelumnya berpotensi menghadapi hambatan visa. Setidaknya ada lima negara yang disebut terdampak langsung, yaitu Aljazair, Tanjung Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia.
Dengan pencabutan jaminan visa bagi pemegang tiket yang memenuhi syarat, Washington berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan dan kelancaran mobilitas pendukung turnamen. Pengawasan tetap ketat, tetapi beban finansial yang sempat membuat banyak fans lega kini tidak lagi diberlakukan.







