Pemprov Jateng Beri Bisarah ke Santriwati Lamongan, Syaratnya Ternyata Tempat Menghafal

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap memberikan bisarah kepada Vincha Fitria, santriwati asal Lamongan, Jawa Timur, setelah ia menuntaskan hafalan 30 juz Al Quran di Pondok Pesantren Al Furqon, Mranggen, Demak. Kebijakan itu menegaskan bahwa penerima tidak harus warga Jawa Tengah, selama proses menghafalnya dilakukan di wilayah tersebut.

Vincha menjadi salah satu dari tujuh penghafal 30 juz yang menerima bantuan senilai Rp 1.000.000 dalam Pengajian Akbar rangkaian Khotmil Qur’an ke-17 ponpes itu. Penyerahan dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Dusun Tlogo, Desa Batusari, Mranggen, Kabupaten Demak.

Taj Yasin menjelaskan bahwa syarat utama bisarah ada pada tempat menghafal, bukan domisili. Seorang santri atau santriwati yang menghafalkan Al Quran di Jawa Tengah dan sudah wisuda hafal 30 juz tetap berhak menerima apresiasi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme pengajuannya tidak rumit. Menurutnya, bantuan itu menjadi bentuk tali asih Pemprov Jateng kepada siapa pun yang menghafal kitab suci untuk agamanya.

Penghafal dari berbagai daerah

Para penerima bisarah pada kesempatan itu datang dari beberapa daerah, termasuk Kendal, Mranggen, Demak, dan Lamongan, Jawa Timur. Kehadiran Vincha menjadi contoh bahwa penghargaan tersebut memang terbuka bagi penghafal dari luar Jawa Tengah.

Vincha sendiri membutuhkan waktu lima tahun enam bulan untuk menyelesaikan hafalan 30 juz Al Quran. Setelah capaian itu, ia berhak menerima bantuan dari Pemprov Jateng bersama enam penghafal lain yang juga diakui pada acara yang sama.

Apresiasi tidak hanya untuk Al Quran

Kebijakan bisarah tidak diposisikan semata untuk penghafal Al Quran. Taj Yasin menyebut apresiasi serupa juga bisa berlaku bagi penghafal Injil, Taurat, atau kitab suci lain bagi penganut agama yang ada di Indonesia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa penghargaan tersebut dirancang untuk merangkul berbagai pemeluk agama. Fokusnya ada pada dedikasi dalam pendidikan agama dan kesungguhan menghafal kitab suci.

Rasa senang Vincha dan rencana lanjut studi

Vincha mengaku senang menerima penghargaan itu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah dan menyebut rencana untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah keperawatan.

Bagi Vincha, hafalan 30 juz bukan sekadar capaian pribadi. Proses panjang di pesantren akhirnya membawanya pada pengakuan dari pemerintah daerah tempat ia menimba ilmu.

Pesan untuk menjaga hafalan

Dalam sambutannya, Taj Yasin mengingatkan bahwa Al Quran menjadi tuntunan bersama dan perlu terus dipelajari, meski hanya satu ayat atau satu surat. Ia juga mengajak masyarakat bersyukur karena di Jawa Tengah ada dorongan untuk menghafalkan Al Quran sekaligus apresiasi bagi para penghafalnya.

Taj Yasin menilai Al Quran identik dengan keilmuan, kepandaian, dan kecerdasan. Karena itu, ia mendorong para santri untuk terus menambah ilmu dan menjaga hafalan agar manfaatnya tidak berhenti setelah wisuda.

Source: jatengpos.co.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer