Ancaman terhadap jalur pelayaran di Teluk Aden kembali menguat setelah kapal tanker minyak MT Eureka dilaporkan dikuasai kelompok bersenjata di lepas pantai Yaman. Sejumlah pejabat keamanan Somalia yang diwawancarai BBC menyebut kapal itu dibajak di sekitar Teluk Aden, dekat pelabuhan Qana.
Kapal berbendera Togo itu diambil alih sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Setelah kejadian, MT Eureka disebut masih berada di Teluk Aden, di antara Yaman dan Somalia, sebelum diperkirakan berlabuh di perairan Somalia dalam beberapa jam berikutnya.
Penjaga pantai Yaman juga sempat menyatakan kapal tersebut sudah dikuasai dan bergerak menuju Somalia. Informasi itu sejalan dengan dugaan bahwa para pelaku membawa kapal ke wilayah pesisir Somalia setelah penguasaan berlangsung.
Tiga pejabat keamanan dari wilayah semiotonom Puntland menyebut para pelaku berangkat dari kawasan pesisir terpencil di dekat kota Qandala. Lokasi itu berada di sisi Teluk Aden yang selama ini kerap dipantau karena rawan aktivitas bersenjata.
Kasus MT Eureka menambah daftar insiden keamanan di jalur laut yang vital bagi perdagangan internasional. Pembajakan ini menjadi kasus kedua yang menimpa kapal tanker minyak dalam waktu 10 hari terakhir.
Sebelumnya, kapal Honor 25 dibajak pada 22 April 2026 saat membawa 18.500 barel minyak menuju Mogadishu. Dalam dua pekan terakhir, total pembajakan yang tercatat bahkan mencapai empat kasus.
Situasi itu membuat perhatian terhadap pesisir Somalia kembali meningkat. Seorang pejabat keamanan Puntland mengatakan kondisi saat ini jauh lebih buruk dari yang diperkirakan banyak pihak, seraya menilai pergerakan kelompok bersenjata terus meningkat di sepanjang pantai.
Di insiden terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations atau UKMTO melaporkan adanya orang-orang bersenjata yang mendekati kapal kargo di dekat Al-Mukala, Yaman, pada Jumat. Kelompok itu disebut juga berangkat dari wilayah pesisir terpencil dekat kota nelayan Caluula.
Kedekatan dua lokasi kejadian itu menunjukkan pola ancaman yang meluas di sepanjang garis pantai Somalia. Garis pantai Somalia sendiri membentang sekitar 3.333 kilometer dan menjadi yang terpanjang di daratan Afrika.
Aktivitas bajak laut Somalia sebenarnya sempat menurun sejak 2011. Namun, sejak akhir 2023, aktivitas itu kembali naik bersamaan dengan serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Teluk Aden dan Laut Merah.
Serangan Houthi membuat angkatan laut internasional lebih fokus pada ancaman di Laut Merah dan sekitarnya. Celah pengawasan itu diduga dimanfaatkan kelompok bersenjata di pesisir Somalia untuk kembali aktif menyasar kapal niaga dan tanker minyak.
Dengan posisi strategisnya, gangguan sekecil apa pun di kawasan ini bisa berdampak pada arus perdagangan laut yang melintas antara Yaman dan Somalia. Karena itu, setiap laporan pembajakan baru di Teluk Aden langsung memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di jalur tersebut.
Source: www.beritasatu.com