Daftar terbaru BYD M6 di Indonesia memunculkan delapan varian dengan kode MEH-FWD dan status penggerak roda depan. Pola ini langsung menarik perhatian karena seluruh varian memakai transmisi otomatis dan mencantumkan harga pendaftaran di kisaran Rp 104 juta sampai Rp 123 juta.
Rinciannya mencakup MEH-FWD-10T (4×2) A/T Rp 104 juta, MEH-FWD-20T (4×2) A/T Rp 105 juta, MEH-FWD-10Y7 (4×2) A/T Rp 112 juta, dan MEH-FWD-10Y6 (4×2) A/T Rp 113 juta. Empat kode lain adalah MEH-FWD-20Y7 (4×2) A/T Rp 115 juta, MEH-FWD-20Y6 (4×2) A/T Rp 116 juta, MEH-FWD-10A7 (4×2) A/T Rp 122 juta, serta MEH-FWD-10A6 (4×2) A/T Rp 123 juta.
Susunan kode itu membuat banyak pihak menduga BYD tengah menyiapkan M6 dalam format baru. Kehadiran pola yang seragam pada seluruh trim memberi sinyal bahwa ini bukan sekadar satu varian tambahan, melainkan rangkaian versi yang disiapkan sekaligus.
Dugaan terkuat mengarah pada bentuk plug-in hybrid atau PHEV. Jika benar, M6 akan menjadi PHEV pertama BYD untuk pasar Indonesia, setelah selama ini dikenal sebagai MPV listrik yang sudah lebih dulu beredar.
Arah itu juga sejalan dengan posisi M6 di lini global BYD. Model yang paling mungkin menjadi basisnya adalah BYD Song Max, karena M6 di pasar lain memang mengacu pada model tersebut.
Song Max sendiri sudah lama tidak dijual di negara asalnya, tetapi masih hadir di sejumlah pasar luar negeri. Di luar negeri, versi DM-i dari model ini sudah lebih dulu tersedia sebagai MPV plug-in hybrid.
Secara teknis, Song Max DM-i mengandalkan motor listrik dengan tenaga 197 ps dan torsi 325 Nm. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 110 ps dan torsi 135 Nm, lalu dipasangkan dengan Blade Battery 18,3 kWh.
Kombinasi itu memberi jarak tempuh listrik murni hingga 105 km. Saat mesin bensin ikut bekerja, jarak tempuh totalnya dapat melampaui 1.000 km, sehingga karakter efisiensi dan jarak jelajah panjang menjadi daya tarik utamanya.
Meski daftar harga pendaftaran sudah beredar, angka tersebut belum tentu menjadi harga jual resmi. Banderol itu dinilai terlalu rendah untuk ukuran MPV berteknologi PHEV, sehingga harga akhir setelah pajak berpotensi berbeda.
Hal serupa pernah terjadi pada BYD Atto 1. Angka yang lebih dulu terdaftar ternyata tidak mencerminkan harga pasar, karena model itu justru dijual di bawah Rp 200 jutaan dan menjadi salah satu mobil listrik termurah di Indonesia.
Karena itu, M6 PHEV tetap menarik untuk dipantau meski statusnya belum diumumkan resmi. Jika masuk pasar, model ini berpeluang mengisi ruang MPV hybrid yang belum terlalu ramai di segmen lebih terjangkau.
Dari sisi ukuran, M6 PHEV juga tidak otomatis menjadi lawan langsung Wuling Darion PHEV. Dimensi M6 lebih dekat ke low atau medium MPV, sedangkan Darion hadir lebih besar dan boxy dengan karakter yang mirip Toyota Voxy.
Perbedaan itu membuat keduanya tidak sepenuhnya berada di kelas yang sama. Jika M6 PHEV benar diposisikan lebih murah, mobil ini justru bisa menjadi alternatif MPV hybrid yang lebih kecil.
Ada pula kemungkinan model ini diperkenalkan di GIIAS 2026, meski belum ada konfirmasi resmi dari BYD. Jika skenario itu berjalan, M6 akan berubah dari sekadar MPV listrik menjadi model dengan dua pilihan elektrifikasi.
Di pasar Indonesia saat ini, BYD M6 EV dijual dalam tiga varian, yakni Standard 7-Seater Rp 383.000.000, Superior 7-Seater Rp 423.000.000, dan Superior Captain Seat 6-Seater Rp 433.000.000. Kehadiran versi PHEV nantinya akan memberi BYD opsi tambahan untuk menyasar kebutuhan keluarga dengan pendekatan yang berbeda.
Source: ridertua.com






