Pembicaraan Ukraina untuk mendapatkan jet tempur Gripen buatan Saab terus bergerak maju, dan penandatanganan kesepakatan disebut bisa terjadi dalam hitungan bulan. Di sisi lain, kunci terbesar dari rencana ini masih terletak pada pendanaan, karena pembelian pesawat tempur modern memerlukan komitmen jangka panjang.
Sinyal positif datang setelah Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov bertemu Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson di Stockholm. Jonson mengatakan kepada Reuters seusai konferensi pers bahwa negosiasi berjalan baik, bahkan tidak menutup kemungkinan kesepakatan Gripen generasi keempat bisa tercapai tahun ini.
Ukraina sendiri sudah menempatkan Gripen sebagai salah satu prioritas utama untuk armada tempur setelah perang. Pesawat buatan Saab itu dinilai sebagai opsi yang relevan untuk kebutuhan jangka panjang, termasuk karena dianggap lebih hemat biaya dibandingkan F-35 buatan Lockheed Martin.
Swedia dan Ukraina sebelumnya sudah meneken surat niat tahun lalu untuk kemungkinan pengiriman hingga 150 jet Gripen. Dalam skema yang dibahas, pesawat baru diperkirakan baru mulai dikirim sekitar tiga tahun setelah kesepakatan final dicapai.
Fedorov menyebut Ukraina sudah memiliki rencana untuk membiayai pembelian tersebut. Ia juga mengatakan akan ada kabar baik bagi Swedia dan Ukraina dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus kabar buruk bagi Rusia.
Pendanaan jadi penentu utama
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah penggunaan sebagian anggaran bantuan Swedia senilai 80 miliar kronor Swedia, atau sekitar $8,70 miliar. Dana itu disiapkan untuk Ukraina pada tahun ini dan tahun depan, dan disebut dapat dipakai untuk membantu membiayai pembelian jet.
Swedia juga sedang berbicara dengan negara lain untuk mencari kemungkinan kontribusi tambahan. Bentuk dukungan yang dibahas bisa berupa pelatihan atau sistem senjata, tergantung pada kesepakatan yang nanti tercapai.
Kepastian pendanaan menjadi titik paling sensitif dalam proses ini. Sebab, pembelian jet tempur tidak hanya menyangkut unit pesawat, tetapi juga paket dukungan yang menyertainya.
Jalur lain juga dibuka
Selain pembelian jet baru, pembicaraan mengenai Gripen model lama juga berlangsung baik. Jonson mengatakan opsi meminjamkan, menjual, atau menghibahkan jet lama kepada Ukraina berjalan positif.
Skema itu dinilai dapat membuat Ukraina menerima pesawat lebih cepat dibandingkan menunggu kontrak jet baru selesai seluruhnya. Dengan begitu, Kyiv berpeluang memperoleh dukungan udara lebih awal sambil tetap menyiapkan armada masa depan.
Bagi Saab, kesepakatan ini juga punya arti strategis. Perusahaan Swedia itu disebut berharap kerja sama dengan Ukraina bisa menjadi ekspor senjata terbesar dalam sejarah Swedia.
Meski sejumlah tanda menunjukkan arah yang menjanjikan, semua mata masih tertuju pada bentuk akhir pendanaan dan kontribusi para mitra. Jika pembahasan terus lancar, Gripen bisa menjadi salah satu langkah pertahanan paling penting bagi Ukraina dalam beberapa bulan mendatang.







