Bisnis motor listrik PT TBS Energi Utama Tbk menunjukkan laju yang semakin kuat pada kuartal I 2026. Di periode itu, jumlah motor listrik Electrum yang beroperasi di jalan mencapai 9.082 unit, jauh di atas 5.100 unit pada Maret 2025.
Kenaikan armada tersebut ikut mengerek kinerja keuangan segmen kendaraan listrik perseroan. Pendapatan dari penjualan dan penyewaan motor listrik tercatat naik 137,82 persen menjadi US$ 3,2 juta dari sebelumnya US$ 1,3 juta.
Senior Vice President Corporate Strategy & Investor Relations TBS Energi, Nafi Achmad Sentausa, mengatakan bisnis kendaraan listrik perusahaan masih berada dalam tren positif. Ia menyebut jumlah kendaraan di jalan tumbuh dari sekitar 5.000 unit menjadi 9.082 unit pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan armada itu juga membawa dampak pada sisi efisiensi operasional. TBS menyampaikan kerugian EBITDA di bisnis EV ikut menurun, sehingga beban rugi menjadi semakin kecil seiring naiknya pendapatan.
Di saat yang sama, perusahaan tidak hanya menambah unit kendaraan, tetapi juga memperluas dukungan infrastruktur untuk pengguna Electrum. Jumlah Battery Swapping Stations atau BSS kini mencapai 426 unit, naik 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan BSS menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem kendaraan listrik TBS. Infrastruktur ini membuat penggunaan motor listrik di lapangan lebih praktis dan mendukung kebutuhan armada yang terus bertambah.
Nafi menilai pertumbuhan bisnis tersebut juga berkaitan dengan kondisi makroekonomi saat ini. Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Electrum sendiri merupakan hasil kolaborasi TBS Energi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Dengan armada yang terus naik, pendapatan yang melonjak, dan jaringan BSS yang semakin luas, bisnis kendaraan listrik TBS masih memiliki ruang tumbuh yang besar.
