Pengaturan Ini Bisa Bikin Sand Raiders of Sophie Tetap Mulus, Dari PC Kelas Atas ke Budget

Author: Redaksi Android62

Sand Raiders of Sophie menuntut perangkat yang tidak ringan meski ukuran instalasinya hanya 11GB. Untuk setelan minimum, game ini meminta CPU Intel Core i5 generasi ke-8 atau AMD Ryzen 5 seri 2000, RAM 16GB, serta GPU GTX 1650, Radeon RX 570, atau Intel Arc A380.

Di kelas yang lebih tinggi, kebutuhan perangkatnya naik cukup tajam. Pengembang mencantumkan Intel Core i5 generasi ke-13 atau AMD Ryzen 5 seri 7000, RAM 32GB, dan kartu grafis RTX 3080 atau Radeon RX 6800 XT dengan VRAM 10GB hingga 16GB.

Spesifikasi minimum tersebut juga mensyaratkan Windows 10 64-bit, DirectX 11, dan koneksi internet broadband. Sementara itu, spesifikasi rekomendasi meminta Windows 11 64-bit dengan DirectX 11 dan ruang kosong 11GB.

Setelan yang paling aman untuk PC budget

Untuk PC yang mendekati spesifikasi minimum, fokus utamanya adalah menjaga frame rate tetap stabil. Pada menu tampilan, opsi yang disarankan ialah monitor utama, Windowed Borderless, resolusi 1920 x 1080, V-Sync Off, dan batas frame rate 60 FPS.

Anti-aliasing dapat memakai upscaler DLSS, FSR, atau XeSS dengan render resolution Performance 0.50x atau Balanced 0.58x. Field of view disarankan di angka 90 agar beban visual tetap terkendali.

Bagian Setelan PC Budget Tujuan
Tampilan Windowed Borderless, 1920 x 1080, V-Sync Off, 60 FPS Menjaga respons dan kestabilan
Anti-aliasing DLSS, FSR, atau XeSS Menekan beban GPU
Render Resolution Performance 0.50x atau Balanced 0.58x Memperhalus performa
Field of View 90 Menjaga tampilan tetap ringan

Hampir semua opsi kualitas grafis sebaiknya diturunkan ke Low. Itu mencakup Geometry, Texture, Materials, Sky, Volumetric Fog, SSAO, SSGI, dan Post Processing Quality, dengan Render Distance di angka 60.

Beberapa efek juga lebih aman dimatikan sepenuhnya. Parallax Occlusion Mapping, Shadow, Contact Shadows, Motion Blur, Bloom, Grain, Chromatic Aberration, dan Vignette sebaiknya nonaktif, sedangkan Shadow Refresh Frequency dipasang di Low.

Konfigurasi ini ditujukan untuk perangkat seperti GTX 1650 atau RX 570. Tujuannya adalah mengurangi stuttering saat eksplorasi dan pertempuran, meski penurunan frame rate sesekali masih bisa muncul dalam pertemuan multipemain yang ramai atau saat pertarungan Trampler skala besar.

Setelan yang cocok untuk PC kelas atas

Pada PC yang sudah menyamai atau melampaui spesifikasi rekomendasi, pengaturan bawaan sebenarnya sudah cukup lancar. Meski begitu, ada konfigurasi yang bisa membuat visual tetap kaya tanpa mengorbankan kelancaran secara berlebihan.

Di menu tampilan, setelan yang disarankan adalah monitor utama, Windowed Borderless, resolusi 2560 x 1440, V-Sync Off, serta batas frame rate 300 atau Unlimited. Anti-aliasing sebaiknya memakai DLSS dengan render resolution Native dan field of view 110.

Untuk kualitas grafis, Geometry, Texture, Materials, Shadow, Shadow Refresh Frequency, Contact Shadows, Sky, Volumetric Fog, SSAO, SSGI, dan Post Processing Quality disarankan di level High. Parallax Occlusion Mapping sebaiknya dimatikan, sementara Render Distance dipasang 100.

Motion Blur juga lebih baik dimatikan agar gambar tetap bersih saat bergerak cepat. Sementara itu, Bloom, Grain, Chromatic Aberration, dan Vignette masih bisa dinyalakan dengan Color Filters pada Default.

Konfigurasi tersebut disebut mampu menjaga frame rate konsisten di atas 120 FPS pada sistem dengan Ryzen 7 5700X atau yang lebih tinggi. Jika performa GPU mulai turun saat pertempuran besar atau area padat, opsi tercepat adalah mengandalkan upscaler karena dorongan performanya cukup terasa dengan penurunan kualitas gambar yang relatif kecil.

Status Early Access juga penting diperhatikan karena optimalisasi lanjutan masih diharapkan hadir lewat pembaruan berikutnya. Artinya, pengaturan yang paling pas saat ini masih bisa berubah seiring perkembangan game di PC.

Source: tech.sportskeeda.com
Berita Terbaru