Sistem penerimaan murid baru di Jawa Timur dipastikan diarahkan ke jalur yang lebih terbuka. Dinas Pendidikan Jawa Timur menempatkan transparansi dan pengawasan publik sebagai kunci utama agar SPMB 2026 bebas dari pungutan liar.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa tidak boleh ada pungli dalam bentuk apa pun selama proses penerimaan berlangsung. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran tidak hanya bisa muncul dari pihak tertentu, tetapi juga dari operator maupun unsur lain yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB.
Sekolah diminta menjaga integritas penuh
Aries meminta seluruh sekolah memegang integritas penuh ketika menjalankan penerimaan murid baru. Ia menilai setiap satuan pendidikan wajib mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan agar proses tetap bersih dan sesuai aturan.
Menurut dia, komitmen itu bukan sekadar urusan administrasi. Semua pihak yang terlibat diminta benar-benar menjalankan tugas sesuai instruksi dan surat edaran yang berlaku.
Ia juga menyinggung pakta integritas yang sudah diucapkan. Karena itu, sekolah diminta tetap konsisten dan tidak menyimpang dari komitmen yang sudah dibangun.
Sistem daring dipakai untuk mempersempit pelanggaran
Untuk meminimalkan ruang pelanggaran, SPMB 2026 akan memakai sistem berbasis daring. Mekanisme ini diharapkan membuat proses penerimaan murid lebih terbuka dan lebih mudah diawasi.
Aries menilai sistem daring memberi kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk ikut memantau jalannya penerimaan. Transparansi pun disebut akan lebih terjaga karena proses berlangsung dalam sistem yang terbuka.
Pengawasan tetap berjalan dan sanksi disiapkan
Dindik Jatim menyebut pencegahan penyimpangan dalam penerimaan murid baru sudah dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Upaya itu menjadi bagian dari komitmen agar proses SPMB tetap bersih dari praktik yang melanggar aturan.
Jika ada pihak yang terbukti melanggar, dinas memastikan sanksi tetap diberlakukan. Sikap tegas ini dipasang sebagai pengingat bahwa kepatuhan pada aturan bukan pilihan, melainkan kewajiban dalam setiap tahapan penerimaan murid baru.
Dengan pengawasan yang berjalan, kepatuhan sekolah, dan penggunaan sistem daring, Dindik Jatim ingin memastikan SPMB 2026 berlangsung tanpa pungli. Integritas pun ditempatkan sebagai syarat utama agar proses penerimaan murid baru tetap bisa dipercaya publik.
Source: jatim.jpnn.com






