Penguatan Awal IHSG Tertahan Sinyal Teknis, Reliance Memproyeksikan Pelemahan

Author: Redaksi Android62

Pergerakan IHSG langsung menunjukkan warna hijau ketika perdagangan sesi I dimulai pada Jumat. Indeks dibuka naik 24,42 poin atau 0,32 persen ke level 7.645,8, tetapi laju awalnya tidak bergerak mulus karena masih bolak-balik di kisaran 7.637 hingga 7.655.

Aktivitas transaksi pada awal sesi juga terpantau cukup ramai. Berdasarkan data RTI, sebanyak 1,36 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 542,12 miliar dalam 103.005 kali frekuensi perdagangan.

Pasar Masih Selektif di Awal Perdagangan

Meski IHSG berada di zona hijau, komposisi saham yang bergerak menunjukkan pasar belum bergerak serempak. Tercatat 288 saham naik, 142 saham turun, dan 224 saham tidak berubah.

Angka tersebut menggambarkan bahwa penguatan indeks belum didukung oleh kenaikan yang merata di seluruh sektor. Dalam kondisi seperti ini, investor tampak lebih memilih saham-saham tertentu, terutama emiten berkapitalisasi kecil dan menengah yang bergerak lebih agresif pada awal perdagangan.

Sinyal Teknis yang Diwaspadai

Di sisi lain, Reliance Sekuritas melihat peluang pelemahan dalam pergerakan IHSG hari ini. Dalam riset teknikalnya, sekuritas tersebut menempatkan support di 7.559 dan resistance di 7.686.

Reliance juga menyoroti pola candle terakhir IHSG yang membentuk black spinning top. Selain itu, indeks masih berada di atas MA5 dan MA20, tetapi indikator stochastic sudah membentuk dead cross di area overbought.

“Kami perkirakan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya. Pandangan ini membuat penguatan awal IHSG tetap perlu dibaca dengan hati-hati karena risiko koreksi jangka pendek belum sepenuhnya hilang.

Saham yang Menjadi Sorotan

Sejumlah saham langsung mencatat penguatan besar sejak awal perdagangan. Dua di antaranya bahkan sempat menyentuh batas auto rejection atas atau ARA, yang menandakan minat beli sangat kuat pada saham tertentu.

Berikut daftar saham yang paling menonjol pada pembukaan perdagangan:

  1. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik 30,58 persen ke Rp 158.
  2. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menguat 22,32 persen ke Rp 137.
  3. PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) naik 15,03 persen ke Rp 2.220.
  4. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) naik 24,55 persen ke Rp 685.
  5. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menguat 19,98 persen ke Rp 34.975.

WBSA dan MLPT menjadi perhatian karena keduanya bergerak cepat pada fase awal perdagangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat pada saham-saham tertentu masih sangat tinggi, meskipun arah indeks utama belum benar-benar solid.

Fokus Pelaku Pasar Masih pada Level Kunci

Bagi pelaku pasar, pembukaan yang menguat memang memberi sinyal dukungan beli masih ada. Namun, data awal perdagangan belum cukup untuk memastikan arah IHSG sepanjang sesi karena tekanan jual bisa berubah setelah volume transaksi makin besar.

Karena itu, perhatian pasar akan tetap tertuju pada kemampuan IHSG bertahan di atas area teknikal penting. Respons terhadap support dan resistance menjadi penentu apakah penguatan pagi ini bisa berlanjut atau justru memudar seiring berjalannya perdagangan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru