Penyaluran BBM di Medan pada 14 Juli 2026 mencapai 104 persen dari target harian. Capaian tersebut didukung pengoperasian 149 mobil tangki, atau setara 115 persen dari kapasitas operasional reguler.
Angka itu menjadi penanda penguatan distribusi di tengah kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Sumatra Utara. Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga meningkatkan pergerakan armada agar pasokan tetap sampai ke titik penyaluran.
Armada dan Personel Ditambah
Pertamina Patra Niaga menambah 10 mobil tangki operasional serta 30 mobil tangki spot charter untuk memperkuat distribusi. Perusahaan juga mengerahkan tambahan awak mobil tangki dari Fuel Terminal terdekat dan personel pendukung dari Bekangdam.
| Penguatan Distribusi | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Mobil tangki operasional | 10 unit | Tambahan armada distribusi |
| Mobil tangki spot charter | 30 unit | Penguatan distribusi tambahan |
| Awak Mobil Tangki | 34 personel | Dukungan dari Fuel Terminal terdekat |
| Personel Bekangdam | 16 personel | Tenaga pendukung distribusi |
Penguatan armada dilakukan untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi saat permintaan meningkat. Operasional Fuel Terminal Medan juga telah kembali normal setelah distribusi diperkuat.
Permintaan di Medan Meningkat
Lonjakan konsumsi BBM di Medan tercatat berada pada kisaran 5 hingga 10 persen di atas rata-rata harian normal. Kondisi itu mendorong pengoperasian sejumlah SPBU selama 24 jam penuh untuk membantu mengurai antrean.
Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan fasilitas distribusi dan tenaga operasional agar suplai terus bergerak. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pemenuhan permintaan pasar di wilayah setempat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan penguatan kapasitas dilakukan dari sisi armada dan tenaga operasional. Kebijakan itu ditempuh sebagai respons atas kenaikan kebutuhan BBM di Medan.
Tambahan Truk Bukan Penambahan Kuota
Kementerian ESDM menginstruksikan penambahan jumlah truk tangki harian untuk mempercepat distribusi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menegaskan kebijakan tersebut tidak mengubah kuota nasional BBM.
“Ditambah jumlah truk hariannya,” ujar Laode usai acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Ia menyebut kuota penyaluran nasional sudah ditetapkan dan tetap tidak berubah.
Dengan demikian, tambahan armada berfungsi memperlancar pengiriman, bukan meningkatkan alokasi nasional. Fokus pemerintah berada pada percepatan distribusi ke wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
Pertamina Patra Niaga masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menjaga kelancaran distribusi. Koordinasi ini dilakukan agar pasokan energi di Sumatra Utara tetap terjaga.
Source: mediaindonesia.com






