Penyebab Kematian Satu Keluarga Masih Diselidiki, Semangka dan Biryani Diperiksa Polisi

Author: Redaksi Android62

Penyelidikan atas kematian satu keluarga di kawasan Pydhonie, Bhendi Bazaar, Mumbai selatan, India, masih berjalan setelah empat anggota keluarga itu meninggal dunia usai menyantap semangka pada larut malam. Polisi kini menelusuri berbagai kemungkinan, sementara hasil pemeriksaan laboratorium dan forensik masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Korban yang tewas adalah Abdullah Dokadia (45), istrinya Nasreen (35), serta dua putri mereka, Ayesha (16) dan Zainab (13). Kasus ini langsung menarik perhatian luas karena semangka yang mereka makan justru ikut menjadi sorotan, meski otoritas kesehatan belum menyimpulkan adanya hubungan langsung dengan kematian itu.

Gejala muncul beberapa jam setelah makan malam

Sebelum peristiwa nahas itu, keluarga tersebut sempat menjamu sembilan tamu untuk makan malam dengan hidangan biryani. Setelah para tamu pulang, keempat anggota keluarga itu memakan semangka sekitar pukul 01.00 dini hari.

Sekitar pukul 05.00 pagi, mereka mulai mengalami muntah, sakit perut, dan diare. Kondisi mereka kemudian memburuk dengan cepat hingga dibawa ke rumah sakit terdekat dalam keadaan setengah sadar.

Keempatnya meninggal dunia dalam selang beberapa jam. Sementara itu, para tamu yang ikut menyantap hidangan makan malam yang sama dilaporkan tidak mengalami gejala apa pun.

Sampel makanan dan organ korban diperiksa

Badan Pengawas Obat dan Makanan Maharashtra atau FDA telah mengambil sejumlah sampel dari rumah korban untuk diuji di laboratorium. Sampel itu meliputi biryani, semangka, air minum yang disimpan, beras, ayam, kurma, dan rempah-rempah.

Selain sampel makanan, organ dalam keempat korban juga dikirim untuk analisis kimia. Hingga saat ini, laporan forensik akhir belum keluar dan belum ada kesimpulan resmi yang mengaitkan semangka dengan kematian keluarga tersebut.

FDA Maharashtra menegaskan bahwa belum ada hubungan langsung antara konsumsi semangka dan kematian empat anggota keluarga itu. Lembaga tersebut juga menyatakan tidak akan menarik kesimpulan sebelum ada konfirmasi ilmiah.

Spekulasi belum sejalan dengan temuan medis awal

Sejumlah dokter menilai dugaan yang ramai di media sosial masih belum punya dasar ilmiah yang kuat. Dr. Sanjay Surase, kepala medis Rumah Sakit Sir JJ, mengatakan pola penurunan kondisi korban tidak sesuai dengan keracunan makanan biasa.

Ia menyebut kecepatan penurunan kondisi, tingkat keparahan gejala, dan fakta bahwa beberapa anggota keluarga dalam satu rumah terdampak tidak sejalan dengan penyakit bawaan makanan biasa. Menurut dia, kemungkinan adanya zat beracun atau kimia tetap perlu dipertimbangkan.

Komisaris keamanan pangan negara bagian juga mengatakan kepada The Indian Express bahwa residu pestisida tingkat tinggi pada semangka kecil kemungkinan menyebabkan kematian seperti ini. Ia menilai buah-buahan di pasaran memang kerap melalui proses penyemprotan pestisida sebelum panen tanpa berujung fatal.

Dampak ke pasar semangka ikut terasa

Kasus ini memicu kepanikan di kalangan pembeli dan ikut mengguncang pasar semangka di Mumbai. Pedagang melaporkan permintaan turun hampir 30 persen setelah kabar kematian keluarga itu menyebar luas.

Di sejumlah lapak, semangka bahkan dijual hanya 5 hingga 7 rupee per kilogram, jauh di bawah harga grosir normal yang biasanya berada di kisaran 10 hingga 35 rupee per kilogram. Di Mumbai, harga eceran semangka umumnya ada di rentang 30 hingga 100 rupee per kilogram.

Sejumlah pedagang di Pasar Crawford, Mumbai selatan, mengatakan kepada The Indian Express bahwa ada pelanggan yang mengembalikan semangka yang sudah dibeli. Unggahan di media sosial tentang kematian keluarga tersebut ikut memperkuat ketakutan publik terhadap konsumsi buah itu.

Semangka yang beredar di pasar Mumbai diketahui berasal dari pertanian di Maharashtra, Karnataka, dan Gujarat. Para petani di tiga wilayah itu kini memantau situasi dengan cemas karena kepanikan konsumen ikut menekan penjualan.

Penyelidikan masih membuka banyak kemungkinan

Polisi telah mendaftarkan kasus ini sebagai kematian akibat kecelakaan dan memeriksa keterangan para tamu yang hadir saat makan malam. Selain menelusuri kemungkinan keracunan makanan atau kontaminasi, penyidik juga membuka opsi lain.

Salah satu yang ikut diperhatikan adalah apakah keluarga tersebut mengalami tekanan finansial atau psikologis sebelum kejadian. Hingga kini, penyebab pasti kematian empat anggota keluarga itu belum diumumkan, sementara semangka tetap berada di pusat perhatian publik.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru