Caracas Mendadak Dipenuhi Piyama, Gempa Besar Bongkar Rapuhnya Bangunan Tua

Author: Redaksi Android62

Gempa bumi kuat yang mengguncang Caracas memaksa ribuan warga keluar rumah dan bertahan di jalanan dalam kondisi belum sempat berganti pakaian. Banyak di antara mereka masih mengenakan piyama karena guncangan datang tiba-tiba saat mereka berada di dalam rumah.

Kepanikan meluas ketika listrik dan koneksi internet padam sesudah gempa. Dalam suasana gelap dan tanpa akses informasi, warga memilih tetap berada di ruang terbuka karena khawatir akan ada gempa susulan dan takut bangunan di sekitar mereka runtuh.

Bangunan tua kembali disorot

Kerusakan yang tampak di Caracas banyak dikaitkan dengan usia bangunan yang sudah lama berdiri. Kenneth O’Dell, Principal di MHP Structural Engineers, menilai banyak bangunan yang terdampak dibangun sebelum awal 1970-an dan masih memakai kode bangunan lama.

Menurut O’Dell, struktur beton dari era tersebut termasuk yang paling rentan karena belum dirancang dengan standar ketahanan gempa modern. Ia menyebut jenis bangunan seperti itulah yang paling mungkin menunjukkan kerusakan saat diguncang gempa kuat.

“Jenis bangunan yang akan menunjukkan kerusakan adalah struktur beton dari bangunan rentan yang kemungkinan dibangun dengan kode bangunan versi lama yang mereka gunakan di sana di Venezuela,” ujar O’Dell.

Ia menambahkan bahwa Venezuela sebenarnya telah memperbarui regulasi konstruksi dan mengadopsi standar yang lebih ketat, termasuk mengacu pada American Concrete Institute. Namun, bangunan lama yang belum direnovasi tetap menyimpan risiko besar ketika gempa besar terjadi.

Warga bertahan di luar karena takut kembali ke rumah

Di tengah situasi itu, banyak warga enggan pulang ke rumah meski guncangan utama sudah mereda. Mereka memilih berkumpul di ruang-ruang terbuka sambil menunggu keadaan lebih aman dan saling mencari kabar keluarga.

Jurnalis lokal di Caracas, Noris Soto, menjadi salah satu saksi yang merasakan kepanikan tersebut secara langsung. Ia mengatakan getaran yang terjadi terasa sangat berbeda dari pengalaman sebelumnya.

“Rasanya tidak seperti apa pun yang pernah saya rasakan sebelumnya,” kata Soto kepada CNN.

Soto juga menggambarkan bahwa rasa takut akan gempa susulan membuat orang-orang ragu kembali ke rumah. Kekhawatiran terbesar saat itu adalah bangunan yang sudah terdampak menjadi semakin berbahaya bila getaran berikutnya datang.

Kota yang lama tenang kini diingatkan pada risiko lama

Caracas berada di atas patahan seismik aktif utama, tetapi kota itu sudah lama tidak mengalami aktivitas tektonik besar. Kondisi tersebut membuat banyak warga tidak lagi menganggap ancaman gempa sebagai risiko yang dekat.

Gempa destruktif terakhir di kota itu tercatat terjadi pada 1967. Jarak waktu yang panjang tanpa guncangan besar ikut menjelaskan mengapa banyak warga panik dan kebingungan ketika gempa kuat kembali terjadi.

Peristiwa itu juga memperlihatkan bagaimana satu guncangan mendadak bisa melumpuhkan kota besar ketika jaringan listrik padam, komunikasi terputus, dan bangunan tua belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan seismik. Pemandangan warga bertahan di jalanan, termasuk yang masih memakai piyama, menjadi gambaran paling jelas dari malam penuh kepanikan itu.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru