Penyelamatan Di Tambang Shanxi Masih Berlangsung, 90 Pekerja Terancam Gas Karbon Monoksida

Author: Redaksi Android62

Tim penyelamat di tambang batu bara Liushenyu, Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, China utara, masih berpacu dengan waktu setelah kecelakaan bawah tanah menewaskan sedikitnya empat orang dan membuat 90 pekerja belum bisa keluar. Kondisi di lokasi tetap berbahaya karena karbon monoksida masih terdeteksi dan bahkan dilaporkan naik melewati batas aman.

Situasi itu membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap langkah harus diambil dengan hati-hati karena gas beracun masih mengancam pekerja yang tersisa di dalam lorong tambang.

Evakuasi sudah menjangkau lebih dari separuh pekerja

Saat insiden terjadi, sekitar 247 pekerja berada di bawah tanah. Hingga Sabtu pagi, 157 orang sudah berhasil dibawa ke permukaan, termasuk empat korban yang dipastikan meninggal dunia.

Dari mereka yang masih terjebak, sekitar 16 orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Angka ini menunjukkan bahwa upaya penyelamatan tidak hanya mengejar jumlah pekerja yang belum keluar, tetapi juga menghadapi kondisi medis yang sangat serius.

Gas beracun menjadi hambatan utama

Karbon monoksida menjadi ancaman terbesar dalam operasi penyelamatan ini. Xinhua menyebut gas tersebut masih terdeteksi di area kejadian, sehingga tim di lapangan harus terus memantau kondisi udara sebelum bergerak lebih jauh.

Ancaman itu membuat jalur penyelamatan berjalan lambat dan penuh risiko. Di tambang bawah tanah, paparan gas beracun dapat memperburuk keadaan baik bagi pekerja yang masih terjebak maupun bagi petugas penyelamat yang berusaha menjangkau mereka.

Fokus utama masih pada 90 pekerja yang belum ditemukan

Proses evakuasi telah berlangsung bertahap sejak insiden terungkap pada Jumat malam di wilayah Changzhi. Meski lebih dari separuh pekerja sudah berhasil keluar, tim gabungan masih memusatkan perhatian pada 90 orang yang belum terjangkau.

Penyelamatan intensif terus dilakukan di lokasi. Di tengah kondisi udara yang belum stabil, petugas harus menyeimbangkan kecepatan pencarian dengan keselamatan tim dan para korban yang masih berada di dalam tambang.

Kecelakaan ini kembali menyoroti risiko tambang bawah tanah

Peristiwa di Liushenyu kembali memperlihatkan betapa tingginya bahaya kerja di tambang bawah tanah. Saat gas beracun terdeteksi dan jalur evakuasi terbatas, setiap keterlambatan bisa memperbesar risiko bagi para pekerja.

Hingga laporan ini dibuat, operasi penyelamatan masih berlangsung di Kota Changzhi. Perhatian utama tetap tertuju pada 90 pekerja yang belum keluar, para korban kritis, dan upaya tim di lapangan untuk menembus kondisi udara yang masih berbahaya.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru