Penyidikan gabungan Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri atas tiga perkara dugaan korupsi kini merambah ke banyak titik, termasuk rumah Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di Sentul, Kabupaten Bogor. Dari rangkaian pemeriksaan itu, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 saksi dan dua di antaranya adalah petugas keamanan di lokasi tersebut.
Di Sentul, penyidik juga mengamankan barang bukti dari rumah yang belakangan diakui sebagai milik pribadi Febrie Adriansyah. Salah satu barang yang disita ialah bingkai berisi foto keluarga, tetapi polisi menegaskan bahwa foto itu tidak akan dipublikasikan karena menyangkut privasi keluarga.
Barang Bukti yang Diamankan dari Sejumlah Lokasi
Polda Metro Jaya menyebut penggeledahan dilakukan di sedikitnya 13 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan. Selain rumah di Sentul, penggeledahan juga menyasar kafe, money changer, apartemen, rumah pribadi, hingga area perkantoran.
| Lokasi Penggeledahan | Barang Bukti | Nilai/Jumlah |
|---|---|---|
| Rumah di Sentul | Emas batangan dan uang tunai berbagai mata uang | 74 kilogram, sekitar Rp476 miliar |
| Cafe de’CLAN Cipete | Uang tunai | Sekitar Rp60 miliar |
| Sebuah money changer | Mata uang asing | Sekitar Rp7,2 miliar |
| Rumah di Sentul | Bingkai foto keluarga | 1 bingkai |
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, barang bukti itu menjadi bagian dari penelusuran hubungan antarbarang temuan untuk mengungkap konstruksi perkara. Ia menyebut penyidikan dilakukan melalui skema penyelidikan gabungan yang ditangani Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri.
Para Saksi dari Kafe, Money Changer, dan Sentul
Pemeriksaan saksi tidak hanya menyasar pihak yang berada di lokasi penggeledahan, tetapi juga mereka yang diduga mengetahui aktivitas di sana. Di antara yang sudah diperiksa terdapat sopir, karyawan gedung perkantoran, dan petugas keamanan di kawasan Sentul.
| Kelompok Saksi | Jumlah | Detail |
|---|---|---|
| Kafe de’Clan | 2 | Saksi dari lokasi yang ikut digeledah |
| Money changer | 4 | Berinisial DH, HH, ER, dan RP |
| Rumah di Gandaria | 1 | Atas nama DR |
| Pacific Place dan pihak lain | Beberapa | Termasuk TK, driver DR, NH, dan MIL |
| Sentul | 2 | Sekuriti atas nama R dan A |
Budi menjelaskan, para saksi berasal dari lokasi-lokasi yang sebelumnya digeledah penyidik. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya menghubungkan temuan di lapangan dengan pihak-pihak yang diduga mengetahui aliran aktivitas dalam perkara yang sedang didalami.
Tiga Perkara yang Masih Didalami
Penyidikan gabungan ini terkait dengan tiga perkara dugaan korupsi, yaitu pengadaan batu bara PT PLN yang diduga berhubungan dengan peristiwa blackout di Sumatera, perkara PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI).
Hingga kini, belum ada tersangka yang diumumkan. Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam, Budi mengatakan pengumuman penetapan tersangka baru akan dilakukan dalam waktu dekat, bukan pada malam itu.
Ia juga menyinggung bahwa penyidikan ini sejalan dengan atensi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pemberantasan korupsi. Menurut Budi, agenda tersebut masuk dalam program prioritas Asta Cita ketujuh yang menitikberatkan pada reformasi politik, hukum, birokrasi, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi.
