Pembeli perak Antam kini harus menyiapkan dana lebih besar setelah harga per gram naik ke Rp18.500. Kenaikan ini langsung terasa pada total pembayaran untuk dua pecahan utama yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, yakni 250 gram dan 500 gram.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga dasar perak 250 gram tercatat Rp4.625.000. Sementara itu, pecahan 500 gram dibanderol Rp9.250.000.
Jika pajak sudah dihitung, totalnya ikut bergerak naik. Perak 250 gram menjadi Rp4.636.563, sedangkan pecahan 500 gram naik menjadi Rp9.273.125.
Perubahan harga ini penting bagi investor yang memburu aset lindung nilai berbasis logam mulia. Dengan standar harga per gram yang sama untuk seluruh produk perak dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, kenaikan di level gram langsung berdampak pada biaya masuk pembeli.
Skema pajak juga menentukan besarnya pembayaran akhir. Pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dikenakan PPh 22 sebesar 0,25 persen.
Bagi konsumen yang belum atau tidak menyertakan NPWP saat transaksi, potongan pajaknya lebih tinggi, yaitu 0,5 persen. Perbedaan ini membuat nominal akhir bisa tidak sama meski pecahan yang dibeli serupa.
Lonjakan harga perak terjadi di tengah minat investasi emas dan perak yang masih kuat secara global. Pergerakan positif itu juga memutus tren pelemahan harga logam industri yang sempat terlihat pada beberapa pekan sebelumnya.
Harga perak sangat dipengaruhi kondisi pasar internasional. Sejumlah faktor yang terus dipantau pelaku pasar meliputi kebijakan suku bunga acuan The Fed, tingkat inflasi global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta permintaan dari sektor industri teknologi dan manufaktur global.
Ketidakpastian geopolitik di beberapa kawasan strategis juga ikut menambah kewaspadaan pasar. Situasi seperti ini kerap mendorong aksi borong komoditas alternatif yang dinilai dapat menjadi penopang emas.
Pergerakan perak batangan Antam pada triwulan kedua tahun ini juga masih tergolong volatil. Pada akhir April, harganya sempat turun tajam setelah aksi ambil untung besar-besaran oleh para manajer investasi institusional.
Memasuki pertengahan Mei, arah pasar berubah seiring meningkatnya serapan dari industri panel surya dan kendaraan listrik. Kondisi itu membuat perak batangan menjadi salah satu instrumen dengan pertumbuhan nilai tercepat sepanjang pekan berjalan.
Sejumlah analis komoditas di pasar berjangka mulai menyusun proyeksi untuk perak murni. Sebagian pengamat menilai penguatan masih berpeluang berlanjut jika permintaan fisik dari sektor manufaktur Asia terus naik.
Seluruh pencetakan dan distribusi perak murni Antam dipusatkan di Gedung Graha Dipta, Jalan Pemuda No. 1, Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Produk dari fasilitas tersebut disebut telah memiliki sertifikasi internasional yang diakui secara global.







