Perekaman Galaxy S26 Ultra Makin Serius, APV, 8K, dan Stabilisasi Dirombak Total

Galaxy S26 Ultra tidak hanya mengejar kamera dengan angka besar, tetapi juga arah pemakaian yang lebih serius. Samsung tampaknya menyiapkan ponsel ini untuk kebutuhan foto malam, zoom jarak jauh, video yang lebih siap diedit, sampai pemindaian dokumen harian.

Di sisi video, perangkat ini membawa perubahan yang paling terasa bagi pengguna yang ingin hasil rekaman lebih fleksibel. Samsung menambahkan format APV atau Advanced Professional Video, yang dirancang untuk menyimpan lebih banyak detail asli, warna, dan rentang tonal dibanding format video standar.

Video lebih siap untuk proses editing

Keunggulan APV terletak pada kualitas yang lebih terjaga saat masuk ke tahap penyuntingan. Format ini memberi ruang lebih besar untuk koreksi exposure, penyesuaian warna, dan color grading tanpa cepat mengorbankan detail.

Samsung juga menyiapkan dukungan perekaman 8K 30fps dan 4K hingga 120fps. Untuk kebutuhan yang lebih serius, tersedia pula perekaman Log video, sementara file APV yang lebih besar didukung perekaman langsung ke media penyimpanan eksternal.

Agar pengguna tidak selalu bergantung pada perangkat lain, Samsung ikut menambahkan alat editing dasar di aplikasi Gallery. Fitur ini memungkinkan koreksi warna ringan dan ekspor video langsung dari perangkat.

Stabilisasi dan kontrol rekam dibuat lebih lengkap

Saat merekam sambil bergerak, Galaxy S26 Ultra dibekali Super Steady dengan Horizontal Lock. Fitur ini membantu meredam guncangan sekaligus menjaga horizon tetap rata meski ponsel diputar saat pengambilan gambar.

Samsung juga membawa video HDR 10-bit untuk menangkap rentang warna dan tonal yang lebih luas. Stabilisasi tidak dibatasi pada satu kamera saja, karena Samsung menyebut dukungan ini tersedia di semua kamera agar perpindahan lensa tetap fleksibel saat merekam.

Bagi pengguna yang ingin kontrol lebih presisi, mode Pro video turut mendapat pengaturan manual yang lebih luas untuk fokus dan exposure. Kombinasi ini membuat perangkat terasa lebih siap untuk kebutuhan rekaman yang tidak sekadar point and shoot.

Foto malam dan gerak cepat jadi fokus utama

Pembaruan paling mencolok ada pada kamera utama dengan bukaan lensa f/1.4 yang lebih lebar. Bukaan ini membantu lebih banyak cahaya masuk, sehingga foto malam berpotensi tampil lebih terang dan lebih bersih.

Pengaruh lain dari bukaan yang lebih besar adalah kesempatan memakai shutter speed lebih cepat saat cahaya cukup. Kondisi ini membantu mengurangi blur pada orang, hewan peliharaan, atau objek lain yang bergerak cepat.

Samsung juga disebut menjaga sensitivitas agar tidak perlu naik terlalu tinggi saat kondisi gelap. Langkah ini penting karena sensitivitas tinggi kerap memunculkan noise atau efek berbutir pada foto malam.

Zoom 5x tetap dipertahankan, tetapi dibuat lebih matang

Galaxy S26 Ultra masih mengusung pendekatan multi-zoom dengan opsi optik 3x dan 5x. Kamera telefoto 5x 50MP ikut mendapat peningkatan lewat aperture yang lebih lebar untuk membantu cahaya masuk lebih banyak saat memotret dari jarak jauh.

Perubahan itu berguna pada suasana temaram, seperti acara indoor atau pemotretan malam hari. Pada zoom 5x, blur latar juga disebut tampil lebih natural sehingga subjek tampak lebih menonjol.

Samsung merancang warna dan exposure agar tetap konsisten di seluruh level zoom. Tujuannya supaya perpindahan antar-zoom terasa mulus dan hasilnya tidak tampak loncat saat pengguna berpindah dari satu lensa ke lensa lain.

Pilihan 24MP jadi titik tengah yang praktis

Di antara mode default 12MP dan opsi resolusi tinggi 50MP serta 200MP, Samsung menambahkan mode foto 24MP. Opsi ini disiapkan untuk pengguna yang ingin detail lebih baik tanpa harus selalu memakai file berukuran maksimum.

Dibanding 12MP, hasil 24MP memberi detail yang lebih tinggi dan lebih enak dipakai untuk crop saat penyuntingan. Ukuran file tetap lebih mudah dikelola, sehingga mode ini terasa cocok untuk pemakaian harian yang butuh keseimbangan antara kualitas dan kepraktisan.

Kamera depan dan pemindaian dokumen ikut dibenahi

Pada bagian depan, kamera selfie kini memakai field of view yang lebih lebar. Perubahan ini memudahkan pengguna memasukkan lebih banyak orang ke dalam frame atau menangkap area sekitar tanpa harus menjauh terlalu jauh.

Autofocus tetap dipertahankan agar wajah tetap tajam di berbagai jarak. Samsung juga menambahkan Advanced Selfie dengan AI Image Signalling Processor untuk menjaga warna kulit dan tekstur wajah lebih akurat di bawah pencahayaan buatan.

Pembaruan yang sama terasa penting saat selfie indoor, karena lampu ruangan sering membuat hasil terlihat pucat atau kurang natural. Selain itu, Intelligent Document Scanner hadir untuk merapikan hasil scan dengan menghapus jari yang ikut masuk frame, meluruskan sudut halaman yang terlipat, dan membersihkan bayangan atau pola yang mengganggu.

Fitur itu juga mendukung pemindaian multi-halaman otomatis, sehingga pengguna bisa memindai beberapa halaman beruntun tanpa harus menekan tombol setiap kali. Hasilnya dibuat lebih mendekati scanner kantor daripada sekadar jepretan kamera ponsel biasa.

Source: www.sammobile.com

Berita Terkait