Perry Warjiyo Tetap Tenang Soal Rupiah, Pemerintah Turun Tangan Jaga Pasar

Author: Redaksi Android62

Pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi untuk membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Langkah itu diarahkan agar aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia dan ikut memperkuat posisi mata uang nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa strategi fiskal baru akan segera dibacakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menilai perlu ada peningkatan komunikasi ke pasar modal dan investor agar kondisi ekonomi domestik terbaca lebih jelas.

Dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Purbaya melapor kepada Presiden Prabowo bahwa perekonomian Indonesia berada dalam keadaan bagus. Ia menyebut APBN cukup aman untuk mendukung program prioritas, sementara fondasi fiskal dinilai masih kuat.

Di saat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo tetap menyampaikan keyakinan bahwa rupiah akan kembali stabil. Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo pada Senin, 18 Mei 2026.

Namun, Perry belum menjelaskan kapan pemulihan itu akan terjadi. Saat ditanya soal kondisi kurs, ia hanya memberi jawaban singkat bahwa rupiah akan stabil.

Di pasar, tekanan terhadap rupiah masih terlihat jelas. Pada hari yang sama, rupiah menutup perdagangan di level Rp17.668 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya di Rp17.597 per dolar AS.

Acuan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan serupa. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat turun ke Rp17.666 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa perhatian pemerintah dan otoritas moneter masih tertuju pada pergerakan pasar. Meski rupiah belum keluar dari tekanan, sinyal dari BI dan Kementerian Keuangan menunjukkan adanya koordinasi untuk menjaga stabilitas.

Purbaya menekankan bahwa Indonesia masih memiliki sentimen positif yang perlu dijelaskan dengan lebih kuat ke pasar. Karena itu, Kementerian Keuangan akan lebih aktif menyosialisasikan kondisi ekonomi kepada pelaku pasar modal dan investor.

Menurut dia, komunikasi yang lebih kuat penting agar pasar tidak salah membaca situasi ekonomi yang sedang berlangsung. Dengan begitu, kepercayaan terhadap Indonesia diharapkan tetap terjaga di tengah volatilitas nilai tukar.

Pernyataan Perry memberi sinyal bahwa otoritas moneter belum melihat gejolak rupiah sebagai keadaan yang menetap. Optimisme itu sejalan dengan upaya pemerintah yang bergerak menjaga aliran modal dan memperkuat sentimen pasar melalui kebijakan fiskal dan komunikasi yang lebih terbuka.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru