Surya Paloh menilai kritik tetap punya tempat penting dalam demokrasi, selama ditempatkan secara proporsional dan diarahkan untuk pembenahan. Ia menegaskan kritik tidak seharusnya dipakai sebagai alat untuk melemahkan, melainkan menjadi energi autokritik yang mendorong perbaikan.
Pandangan itu ia sampaikan di tengah pembahasan soal kondisi bangsa dan tantangan yang dihadapi pers dalam menjaga ruang publik tetap sehat. Bagi Ketua Umum Partai NasDem tersebut, media memiliki peran besar sebagai penghubung antara pemerintah, elite politik, dan masyarakat.
Pers diminta tetap solid
Paloh menekankan bahwa insan pers perlu menjaga soliditas saat situasi kebangsaan terus bergerak dan tekanan informasi makin deras. Menurut dia, kekompakan di lingkungan media tidak hanya berkaitan dengan profesionalisme kerja, tetapi juga dengan kesehatan batin yang ikut memengaruhi daya tahan pers.
Ia melihat pers berada pada posisi strategis untuk menjaga nalar publik. Karena itu, media dituntut tetap jernih ketika menjalankan fungsi kontrol sosial, terutama saat situasi nasional memanas dan berbagai isu publik saling bertabrakan.
Suasana kebatinan dinilai penting
Pesan soal “suasana kebatinan” juga menjadi bagian penting dari penekanan Paloh kepada Forum Pemimpin Redaksi. Ia menilai kondisi batin yang sehat di kalangan media ikut menentukan kemampuan pers menghadapi tekanan isu sosial, politik, dan dinamika informasi yang terus berubah.
Dalam pandangannya, soliditas yang dibangun bersama suasana kebatinan yang baik akan membuat pers lebih tahan menghadapi ujian zaman. Hal itu menjadi penting karena media tidak hanya berhadapan dengan perubahan cepat di ruang informasi, tetapi juga dengan ekspektasi publik yang terus meningkat.
Pertemuan dengan Forum Pemred berlangsung hangat
Pesan tersebut disampaikan setelah Surya Paloh menerima Halal bi Halal Forum Pemimpin Redaksi di NasDem Tower, Jakarta Pusat. Ia menyebut dialog yang berlangsung berjalan hangat dan mencakup banyak persoalan kebangsaan.
Pembahasan dalam forum itu tidak terbatas pada tantangan global. Sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia juga ikut dibicarakan, sehingga forum tersebut dipandang sebagai ruang yang relevan untuk bertukar gagasan.
Paloh berharap pertemuan semacam itu terus melahirkan kritik dan usulan kebijakan yang konstruktif. Menurut dia, ruang diskusi yang terbuka dapat membantu menjaga suasana publik tetap positif di tengah banyaknya persoalan yang perlu dibahas bersama.
NasDem dan pembicaraan dengan Presiden
Paloh juga mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto membahas berbagai hal terkait kondisi bangsa dan tantangan ke depan. Ia menyebut pembicaraan tidak dibatasi pada satu isu, melainkan mencakup banyak pandangan mengenai arah kebijakan dan situasi nasional.
Ia menambahkan, posisi NasDem di dalam koalisi membuat dinamika politik menjadi hal yang wajar untuk dibicarakan. Bagi Paloh, menghadapi masa depan menuntut kesamaan pandang atas persoalan bangsa, bukan membaca isu secara parsial.
Saat ditanya mengenai kabar merger, Paloh membantahnya. Ia menilai kesimpulan itu terlalu cepat dan tidak benar.
Reaksi dari Forum Pemimpin Redaksi
Ketua Forum Pemimpin Redaksi, Retno Pinasti, mengatakan diskusi dengan Surya Paloh berlangsung hangat dan memberi banyak ruang tukar pikiran. Menurut dia, forum itu menjadi tempat berbagi pandangan dan pengalaman, terutama mengenai isu kebangsaan dan tantangan yang dihadapi insan pers.
Retno juga menyampaikan bahwa Paloh membagikan banyak pesan dan kebijaksanaan selama pertemuan berlangsung. Masukan itu dinilai relevan untuk persoalan bangsa sekaligus menjadi dorongan moral bagi jurnalis yang bekerja di tengah tekanan dan perubahan ekosistem informasi.
Dalam situasi media yang dituntut bergerak cepat merespons perubahan, pesan soal soliditas dinilai semakin penting. Suasana kerja yang sehat, kritik yang proporsional, dan dialog yang terbuka menjadi unsur yang dapat membantu pers tetap kuat saat menghadapi tantangan kebangsaan yang makin kompleks.
Source: www.medcom.id