Persib Dibayangi Tekanan Borneo FC, Duel Lawan PSIM Di GBLA Bisa Tentukan Puncak Klasemen

Author: Redaksi Android62

Persib Bandung memasuki laga melawan PSIM Yogyakarta dengan beban yang lebih besar daripada sekadar mempertahankan rekor kandang. Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, hasil pertandingan pekan ke-31 BRI Super League itu dapat ikut menentukan seberapa lama Maung Bandung bertahan di puncak klasemen.

Posisi Persib memang masih paling atas, tetapi jarak mereka belum sepenuhnya aman. Tim asuhan Bojan Hodak mengoleksi 69 poin dari 30 pertandingan, sementara Borneo FC terus berada dalam jalur tekanan di belakangnya.

Laga kontra PSIM juga datang pada momen yang menuntut konsentrasi penuh. Kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC pada pekan sebelumnya memang menjaga langkah Persib tetap stabil, tetapi hasil itu belum menutup ancaman dari para pesaing terdekat.

PSIM Tetap Dianggap Berbahaya

Di atas kertas, PSIM Yogyakarta belum memetik kemenangan dalam lima laga terakhir. Namun, Bojan Hodak menolak membaca situasi itu sebagai tanda lawan datang dalam keadaan lemah.

Pelatih asal Kroasia tersebut menilai PSIM punya organisasi permainan yang rapi dan sulit ditaklukkan. Ia juga menyoroti banyak laga PSIM yang berakhir dengan selisih tipis, termasuk ketika mereka kalah.

“Kami fokus pada mereka yang memiliki organisasi yang baik dan sulit dikalahkan di semua pertandingan. Bahkan ketika kalah, mereka hanya kalah dengan selisih satu gol. Itu karena tidak ada yang bisa meremehkan tim yang bekerja sangat keras,” kata Hodak.

Pernyataan itu menunjukkan Persib tidak ingin lengah meski bermain di kandang. Hodak juga memperkirakan duel di GBLA akan berlangsung sengit dan menuntut timnya menjaga konsistensi jika ingin mempertahankan jalur menuju juara.

Keamanan Stadion Jadi Sorotan

Selain persaingan di lapangan, Persib juga memberi perhatian pada situasi di tribun. Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengingatkan bahwa suporter tamu masih dilarang hadir di stadion.

Imbauan itu merujuk pada regulasi masa transisi transformasi sepak bola nasional. Adhi meminta suporter PSIM tidak datang ke GBLA karena klub bisa ikut dimintai tanggung jawab jika terjadi pelanggaran.

“Kami mengimbau rekan-rekan suporter PSIM untuk tidak datang ke Stadion GBLA. Berdasarkan Pasal 5 ayat 7 regulasi musim ini, kehadiran suporter tamu masih dilarang. Kami berharap semua pihak menghormati aturan ini karena klub akan dimintai pertanggungjawaban penuh jika terjadi pelanggaran,” tutur Adhi.

Panitia Pelaksana juga diminta menjalankan penyaringan ketat di area stadion. Langkah tersebut mengikuti protokol keselamatan dan keamanan PSSI tahun 2021.

Persaingan di Atas Klasemen Masih Bergerak

Ketegangan dalam perburuan gelar tidak berhenti pada Persib dan Borneo FC. Persija Jakarta masih ikut menjaga asa di posisi ketiga dengan koleksi 62 poin.

Penyerang Persija, Gustavo Almeida, menegaskan timnya sedang fokus melewati empat laga tersisa satu per satu. Salah satu ujian terdekat adalah Persijap Jepara pada Senin (4/5/2026), sebelum mereka menjamu Persib pada 10 Mei mendatang.

“Seperti yang saya katakan, kami sekarang hanya berpikir hari demi hari, pertandingan demi pertandingan,” ujar Almeida. Ia menambahkan bahwa Persija tetap ingin menjadi juara, tetapi memilih menempatkan performa sebagai prioritas utama di setiap laga.

Almeida juga menyebut kepercayaan antarpemain sebagai modal penting untuk melewati fase penentuan ini. Menurut dia, Persija menargetkan 12 poin penuh dari empat laga sisa dan ingin tetap bermain dengan standar terbaik.

Dengan situasi itu, Persib tidak hanya membawa misi menang saat menjamu PSIM. Hasil di GBLA berpotensi ikut mengubah arah perebutan takhta klasemen ketika tekanan dari Borneo FC dan Persija masih terus bergerak di belakangnya.

Berita Terbaru