Persib Masih Di Atas Karena Head To Head, Borneo FC Tetap Mengancam Hingga Pekan Terakhir

Perebutan gelar Super League 2025/2026 kini benar-benar tersisa untuk dua tim. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda sama-sama mengoleksi 72 poin setelah Borneo FC menundukkan Persita Tangerang 2-0, sehingga tiga laga terakhir berubah menjadi panggung penentuan.

Meski poin mereka setara, Persib masih berada di puncak klasemen sementara. Posisi itu bertahan karena keunggulan head to head atas Borneo FC, bukan karena selisih angka di tabel.

Kemenangan Borneo FC atas Persita datang lewat gol Mariano Peralta dan Muhammad Sihran. Hasil tersebut menjaga Pesut Etam tetap berada dalam jalur perburuan gelar sampai fase paling akhir musim.

Dari 31 pertandingan, Borneo FC mencatat 72 poin dengan produktivitas yang menonjol. Mereka sudah mencetak 64 gol dan hanya kebobolan 28 kali, catatan yang menunjukkan konsistensi mereka di papan atas.

Namun, koleksi poin itu belum cukup untuk menggeser Persib dari posisi teratas. Aturan head to head membuat Maung Bandung tetap berhak memimpin klasemen, meski tekanan dari Borneo FC terus terjaga.

Keunggulan Persib berasal dari duel langsung musim ini melawan Borneo FC. Saat bermain di Gelora Bandung Lautan Api pada Desember lalu, Persib menang 3-1 dan memegang keuntungan awal dalam persaingan tersebut.

Pertemuan kedua di Samarinda pada Maret lalu berakhir imbang 1-1. Hasil itu membuat Borneo FC gagal membalikkan keadaan dan tetap kalah dalam hitungan head to head.

Dengan musim yang tinggal menyisakan tiga pekan, setiap laga sisa menjadi sangat menentukan. Satu hasil imbang atau kekalahan saja dapat langsung mengubah peta persaingan di papan atas.

Persib masih harus melewati rangkaian berat. Tim asuhan Maung Bandung dijadwalkan bertandang ke markas Persija Jakarta, lalu ke kandang PSM Makassar, sebelum menutup musim dengan menjamu Persijap Jepara.

Borneo FC juga tidak mendapat jalan yang mudah. Mereka akan menghadapi Bali United di kandang lawan, kemudian bertandang ke Persijap, sebelum menutup musim di kandang sendiri melawan Malut United.

Rangkaian itu membuat peluang juara masih terbuka untuk kedua tim sampai peluit akhir musim. Tidak ada ruang besar untuk terpeleset karena setiap hasil akan langsung memengaruhi posisi di klasemen.

Di belakang dua kandidat utama, Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 65 poin dari 31 laga. Malut United berada di peringkat keempat dengan 52 poin, disusul Persebaya Surabaya yang mengumpulkan 51 poin.

Tekanan di papan atas tetap terasa, tetapi penentuan utama ada pada Persib dan Borneo FC. Tiga laga terakhir akan menjadi pembeda antara gelar juara dan posisi kedua bagi keduanya.

Persita Tangerang sendiri masih bertahan di papan tengah dengan 44 poin meski kalah dari Borneo FC. Kekalahan itu tidak banyak mengubah posisi mereka, tetapi hasilnya ikut memberi dampak besar pada jalannya perebutan gelar di puncak klasemen.

Berita Terkait