Persija Menang 2-0 di Jepara, Kesalahan Wahyudi Hamisi Menjadi Pembeda Laga

Kesalahan di area pertahanan Persijap menjadi momen paling menentukan saat Persija Jakarta pulang dari Jepara dengan kemenangan 2-0. Gol yang lahir dari situasi itu mengubah arah pertandingan dan membuat Macan Kemayoran mampu mengunci tiga poin di lanjutan Super League.

Hasil ini terasa penting bukan hanya karena didapat di kandang lawan, tetapi juga karena Persija tetap menjaga tren positif mereka. Tambahan kemenangan ini membuat mereka memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi lima laga beruntun.

Laga ketat sejak awal

Persija langsung mencoba mengambil inisiatif dengan permainan agresif. Tim ibu kota menekan sejak menit awal dan membangun serangan dengan tempo tinggi untuk mencari gol cepat di hadapan pendukung Persijap.

Peluang pertama Persija hadir dari penetrasi Sousa di sisi kiri. Tembakan mendatarnya masih bisa diamankan oleh Sendri Johansah, yang tampil sigap di bawah mistar Persijap.

Ancaman lain datang ketika Rizky Ridho melepaskan umpan lambung ke area depan. Allano gagal mengontrol bola dengan sempurna, tetapi bola liar tetap bisa ia sambut sebelum sepakannya diblok kembali oleh Sendri.

Persijap sempat memberi respons melalui umpan panjang ke arah Iker Guarrotxena. Namun, penyelesaian akhirnya belum mengarah tepat ke gawang Andritany.

Menjelang turun minum, Persija nyaris memecah kebuntuan lewat sundulan Eksel Runtukahu. Umpan silang Allano menemui kepala Eksel, tetapi Sendri kembali mampu menahan ancaman itu.

Babak kedua berubah karena satu kesalahan

Persijap membuka babak kedua dengan peluang lebih dulu melalui Abdallah Sudi. Ia menusuk dari sisi kiri, tetapi aliran bola ke depan gawang berhasil dipotong Andritany.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64 lewat Muhammad Hannan. Ia memanfaatkan kesalahan fatal Wahyudi Hamisi di area pertahanan dan langsung melepaskan tembakan akurat ke sudut atas gawang.

Gol itu membuat Persija unggul 1-0 dan mengubah ritme laga. Setelah tertinggal, Persijap dipaksa lebih berani keluar untuk mengejar ketertinggalan.

Tekanan tuan rumah sempat hadir lewat tendangan bebas di depan kotak penalti. Upaya tersebut masih bisa dimentahkan Cyrus Margono, yang masuk menggantikan Andritany.

Gustavo memastikan penutup laga

Saat Persijap terus mencari gol penyeimbang, Persija justru menambah keunggulan pada masa tambahan waktu. Gustavo menyelesaikan serangan balasan dengan sangat efektif untuk memastikan kemenangan timnya.

Ia menerima umpan jauh, lepas dari penjagaan bek, lalu mengecoh kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu menutup pertandingan dengan skor 2-0 untuk Persija.

Tambahan tiga poin ini menjaga posisi Persija tetap kuat di papan atas klasemen. Mereka kini berada di peringkat ketiga dengan 65 poin dari 31 laga.

Bagi Persijap, hasil kandang ini membuat posisi mereka masih rawan. Mereka tertahan di peringkat ke-14 dengan 31 poin dan hanya unggul selisih gol dari zona merah.

Pertandingan di Jepara memperlihatkan betapa mahalnya sebuah kelengahan di lini belakang. Persija memanfaatkan momen itu dengan tepat, lalu membawa pulang kemenangan yang penting untuk menjaga momentum di persaingan papan atas.

Berita Terkait