Persija Jakarta datang ke laga besar melawan Persib Bandung dengan satu perhatian utama dari Paulo Ricardo: menjaga emosi agar tidak mengganggu permainan. Bek Macan Kemayoran itu menilai duel pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 akan berjalan dalam tekanan tinggi, sehingga ketenangan menjadi modal yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Laga ini sudah lama dikenal punya tensi berbeda karena rivalitas panjang kedua tim, sehingga setiap kesalahan kecil bisa memberi dampak besar di lapangan.
Paulo menegaskan bahwa Persija perlu tetap fokus selama pertandingan berlangsung. Ia melihat situasi panas sangat mungkin muncul, tetapi pemain tidak boleh kehilangan kendali ketika intensitas laga meningkat.
Menurut bek asal Brasil itu, pertandingan seperti Persija kontra Persib menuntut lebih dari sekadar fisik dan teknik. Cara pemain mengelola tekanan ikut menentukan apakah tim mampu bertahan dengan baik di laga yang keras dan penuh gengsi.
Paulo juga mengingatkan soal risiko ketika emosi tidak terjaga. Momen-momen panas di lapangan bisa memicu reaksi spontan, sehingga setiap pemain harus waspada terhadap perubahan situasi dari satu menit ke menit berikutnya.
“Setiap pertandingan kami perlu mengontrol emosi. Terkadang hal-hal masuk ke hati dan membuat kepala menjadi panas, itu bisa saja terjadi,” ujar Paulo, Kamis (7/5/2026).
Ia kemudian menyoroti pentingnya komunikasi antarpemain saat tensi meningkat. Bagi Paulo, para pemain harus tetap bermain dengan hati, tetapi tetap menjaga pikiran agar tidak terseret suasana pertandingan.
Jika kendali atas pikiran dan hati hilang, tindakan di lapangan bisa ikut tak terkontrol. Karena itu, Paulo meminta rekan setimnya saling mengingatkan agar fokus tetap berada pada permainan dan pada usaha memberi yang terbaik.
“Karena jika kami kehilangan kendali pikiran dan hati, terkadang kami tidak bisa mengontrol tindakan. Jadi, tolong tetap fokus pada permainan dan mari coba berikan yang terbaik,” ucapnya.
Pesan itu menunjukkan bahwa Persija tidak hanya menyiapkan laga ini dari sisi taktik. Kesiapan mental juga menjadi bagian penting dari persiapan mereka menghadapi salah satu pertandingan paling panas di musim ini.
Rivalitas besar dengan Persib membuat duel ini selalu sarat gengsi, baik bagi tim maupun para pendukung. Paulo memahami besarnya tekanan tersebut, namun ia tetap berharap Persija bisa tampil dengan kepala dingin tanpa kehilangan karakter saat menghadapi lawan dan ekspektasi yang sama besar.
Source: www.beritasatu.com






