Persik Bidik Pembalasan Atas Kekalahan 0-3, Persita Tandang Dengan Luka Dua Hasil Negatif

Persik Kediri menatap laga kandang melawan Persita Tangerang dengan dorongan kuat untuk membalas kekalahan 0-3 pada pertemuan pertama musim ini. Karena itu, duel di Stadion Brawijaya terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa, sebab tiga poin dibutuhkan untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga kepercayaan diri tim.

Pertemuan ini juga datang di momen yang tidak ideal bagi kedua kubu. Persita ada di peringkat ketujuh dengan 41 poin, tetapi baru menelan dua kekalahan beruntun dari Persebaya Surabaya dan Arema FC, sedangkan Persik berada di posisi ke-12 dengan 30 poin dan belum menang dalam tiga laga terakhir.

Persita membawa misi merespons hasil buruk

Persita tidak datang ke Kediri dengan kondisi terbaik, namun pelatih Carlos Pena menegaskan bahwa timnya sudah menjalani evaluasi menyeluruh. Dalam sepekan latihan, fokus latihan diarahkan untuk menutup celah yang terlihat pada dua pertandingan sebelumnya.

“Kami berlatih dengan keras selama sepekan untuk meningkatkan hal yang harus ditingkatkan dari dua pertandingan terakhir,” kata Pena, dikutip dari laman resmi I.League. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Persita ingin segera memperbaiki penampilan, bukan sekadar mengejar hasil sesaat.

Pena juga baru dinobatkan sebagai pelatih terbaik bulan Maret 2026 oleh PT Liga Indonesia Baru. Meski begitu, penghargaan tersebut tidak mengubah fokus utamanya, yaitu mengembalikan performa tim agar lebih stabil saat menghadapi tekanan laga tandang.

Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan tetap sangat bergantung pada para pemain di lapangan. Menurutnya, setiap pelatih punya cara kerja yang berbeda, tetapi keberhasilan tetap ditentukan oleh disiplin skuad menjalankan rencana permainan.

“Sepak bola adalah tentang para pemain, bukan pelatih. Tentu kami masing-masing memiliki gaya melatih yang berbeda,” ujarnya. Pena juga menambahkan bahwa fleksibilitas taktik sangat dipengaruhi oleh komposisi pemain yang tersedia saat ini.

Macan Putih menargetkan respons tegas di kandang

Di sisi lain, Persik Kediri memandang laga ini sebagai kesempatan penting untuk menghentikan rentetan hasil kurang baik. Kekalahan telak 0-3 pada pertemuan pertama menjadi salah satu alasan utama mengapa duel ini memiliki bobot emosional lebih besar bagi tuan rumah.

Gelandang serang Adrian Luna menyebut pertandingan melawan Persita sebagai laga yang perlu diperlakukan seperti final. Target mereka jelas, yaitu mengamankan tiga poin di hadapan pendukung sendiri.

“Kita sudah sepakat lawan Persita adalah pertandingan final. Kita harus meraih tiga poin,” ujar Luna seperti dilansir Jawa Pos. Ia menilai Persik juga punya waktu persiapan yang cukup untuk merapikan skema permainan di bawah arahan Marcos Reina.

Luna optimistis timnya dapat menjalankan rencana pelatih dengan baik, terutama jika Persikmania memberi dukungan langsung di stadion. “Kami punya waktu yang cukup panjang untuk persiapan. Jadi kami optimistis bisa tampil maksimal dan menjalankan game plan dari pelatih,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran suporter sebagai tambahan tenaga bagi tim. “Kami butuh dukungan suporter. Kemenangan ini penting untuk tim dan juga untuk membuat fans bangga,” ujar Luna.

Duel dua pelatih Spanyol menambah warna pertandingan

Laga ini turut menarik karena mempertemukan dua pelatih asal Spanyol, Carlos Pena di kubu Persita dan Marcos Reina bersama Persik Kediri. Namun, bagi Carlos Pena, faktor paling menentukan tetap bukan nama besar di pinggir lapangan, melainkan kualitas eksekusi para pemain di atas rumput.

Persaingan di Stadion Brawijaya pun diperkirakan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin, tetapi dengan motif yang berbeda, Persita ingin memutus tren negatif dan Persik ingin menebus kekalahan sekaligus mengakhiri puasa kemenangan.

Rekor pertemuan membuat laga makin seimbang

Secara head to head, Persita sedikit lebih unggul dalam tujuh pertemuan terakhir. Persita meraih tiga kemenangan, Persik mengemas dua kemenangan, dan dua laga lainnya berakhir imbang.

Catatan itu membuat pertandingan ini sulit ditebak dan berpotensi berjalan dalam tempo tinggi. Saat sepak mula dimulai pukul 15.30 WIB, keduanya akan membawa beban sekaligus ambisi yang sama besar untuk menutup pekan ke-28 dengan hasil yang lebih baik.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer