Persita Sudah Aman Dari Degradasi, Carlos Pena Tetap Tagih Ketajaman Di Dua Laga Sisa

Carlos Pena belum mau memberi kelonggaran kepada Persita Tangerang meski timnya sudah aman dari ancaman degradasi. Dua laga sisa Super League musim 2025/2026 tetap dipandang sebagai pertandingan penting yang harus dijalani dengan serius.

Pelatih asal Spanyol itu menilai perhatian utama sekarang ada pada efektivitas serangan Persita. Ia melihat timnya masih mampu menjaga struktur permainan saat bertahan, tetapi belum cukup tajam ketika masuk ke area sepertiga akhir.

Sorotan itu semakin kuat setelah Persita kalah 0-3 dari Persijap Jepara. Dalam laga tersebut, Persita kembali gagal menunjukkan ketajaman dan juga tidak mampu mencetak gol.

Pena memandang kekalahan itu sebagai bahan belajar, bukan alasan untuk panik. Menurut dia, skuad Pendekar Cisadane sebenarnya sudah menunjukkan banyak hal baik selama hampir sembilan bulan bekerja bersama.

Namun, ada persoalan yang belum tuntas di lini depan. Persita disebut sudah mencoba banyak opsi untuk memperbaiki situasi tersebut, tetapi hasilnya belum maksimal.

Bagi eks pelatih Persija Jakarta itu, masalah utama bukan berada pada organisasi bertahan. Ia justru menilai keseimbangan antarlini masih perlu dicari karena serangan belum berjalan seefektif yang diharapkan.

Kondisi ini membuat Pena terus mencari formulasi terbaik agar potensi para pemain depan bisa keluar tanpa mengganggu keseimbangan tim. Ia tidak ingin persoalan di lini serang dibesar-besarkan, tetapi tetap melihatnya sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pena juga menilai masa sulit bisa menjadi ruang untuk berkembang lebih matang jika dijadikan bahan evaluasi yang tepat. Karena itu, respons terhadap hasil negatif disebut harus datang lewat kerja yang lebih rapi, bukan lewat kepanikan.

Secara klasemen, Persita berada di peringkat ke-9 dengan koleksi 44 poin dari 32 pertandingan. Posisi tersebut membuat mereka aman dari degradasi, tetapi peluang untuk memperbaiki peringkat masih terbuka.

Meski status aman sudah di tangan, hal itu tidak membuat Pena menurunkan standar kerja tim. Ia ingin intensitas tetap terjaga sampai kompetisi berakhir agar fokus pemain tidak ikut turun hanya karena target bertahan sudah tercapai.

Dua pertandingan terakhir pun tetap memiliki bobot penting bagi Persita. Hasil dari periode ini akan ikut menentukan bagaimana mereka menutup musim dan seberapa jauh posisi akhir bisa diperbaiki.

Persita masih harus bertandang ke markas Malut United sebelum menjamu Persis Solo di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Dua laga itu menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki catatan sekaligus menilai apakah evaluasi Pena di lini serang mulai memberi dampak.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer