Pertamina belum memberi kepastian soal kabar larangan pembelian Pertalite untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc yang ramai dibicarakan di media sosial. Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan di sektor energi tetap berada di tangan pemerintah, bukan ditentukan oleh operator secara sepihak.
Sikap itu membuat isu yang menyebut aturan mulai berlaku pada 1 Juni 2026 belum bisa diperlakukan sebagai keputusan resmi. Hingga kini, Pertamina belum mengonfirmasi bahwa pembatasan tersebut benar-benar sudah ditetapkan untuk mobil dengan kapasitas mesin 1.400 cc ke atas.
Pemerintah masih menjadi penentu
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa Pertamina akan mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan belum bisa memastikan adanya larangan seperti yang beredar di media sosial.
Robert juga menyebut Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha di bawah pemerintah wajib berjalan sesuai arahan regulator. Karena itu, keputusan terkait distribusi BBM subsidi harus melalui kajian dan penetapan pemerintah terlebih dahulu.
Dalam penjelasannya, Robert menambahkan bahwa rincian teknis maupun mekanisme penerapan kebijakan bukan wewenang Pertamina. Aturan lebih lanjut disebut akan diatur oleh kementerian atau lembaga pemerintah yang terkait.
Daftar mobil yang ikut terseret isu
Narasi yang beredar membuat perhatian publik cepat tertuju pada daftar kendaraan yang disebut terdampak. Sejumlah model ikut muncul dalam unggahan itu, mulai dari Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, dan Daihatsu Luxio.
Nama lain yang turut disebut antara lain Toyota Yaris, Toyota Veloz, Honda City, Honda Mobilio, hingga Mitsubishi Xpander. Karena daftar itu tersebar luas, banyak pemilik mobil langsung mempertanyakan apakah kendaraan mereka masih bisa membeli Pertalite atau tidak.
Patokan mesin 1.400 cc juga membuat isu ini terasa sangat spesifik dan mudah memicu kekhawatiran. Tidak sedikit yang kemudian menganggap kabar tersebut sudah mengarah pada aturan yang final, padahal belum ada pengumuman resmi dari Pertamina.
Mengapa isu ini cepat menyebar
Pertalite adalah BBM yang digunakan luas oleh masyarakat, sehingga kabar pembatasan pembelian langsung mendapat sorotan besar. Begitu narasi itu muncul, pembahasan di media sosial ikut meluas karena menyentuh kebutuhan harian banyak pemilik kendaraan.
Kabar yang menyebut tanggal berlaku pada 1 Juni 2026 juga menambah perhatian publik. Informasi yang terasa rinci semacam itu membuat sebagian orang mengira pembatasan tersebut tinggal menunggu waktu untuk diterapkan.
Namun, posisi Pertamina tetap sama, yakni menunggu arahan resmi dari pemerintah. Perusahaan belum menyatakan ada keputusan final yang sudah berlaku terkait larangan mobil 1.400 cc ke atas membeli Pertalite.
Apa yang sudah pasti sejauh ini
Yang sudah jelas, Pertamina akan menyalurkan energi sesuai ketentuan yang berlaku jika pemerintah benar-benar menetapkan kebijakan baru. Perusahaan juga menegaskan siap menjalankan aturan yang keluar dari regulator di sektor energi.
Yang belum pasti adalah apakah pembatasan untuk mobil di atas 1.400 cc benar-benar akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Sampai ada keputusan resmi, kabar yang beredar masih berada di level isu dan belum bisa disebut sebagai aturan yang telah diterapkan.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara unggahan yang ramai di media sosial dan kebijakan yang sudah diputuskan pemerintah. Dalam soal distribusi BBM subsidi, Pertamina menempatkan pemerintah sebagai pihak yang menentukan arah kebijakan dan aturan teknisnya.
Source: otomotif.kompas.com