Pesanan GX Xpeng Menembus 50.000 Unit, Harga Baru Bikin Rival Semakin Terjepit

Author: Redaksi Android62

Permintaan besar Xpeng pada Mei tampaknya ikut ditopang oleh sambutan pasar terhadap GX yang hadir dengan harga jauh lebih rendah dari ekspektasi awal. Deutsche Bank memperkirakan total pesanan baru Xpeng bulan ini menembus sekitar 50.000 unit, atau naik 40% dari April dan 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan itu tidak datang secara bertahap. GX baru meluncur pada 20 Mei, tetapi dalam 12 jam pertama sudah mengumpulkan 24.863 pesanan pasti yang tidak dapat dibatalkan.

Harga yang mengubah peta persaingan

Daya tarik GX bermula dari langkah harga yang sangat agresif. Harga awal terbatas dipasang di 269.800 yuan, jauh di bawah harga pra-penjualan 399.800 yuan yang diumumkan sebulan sebelumnya.

Penetapan tersebut langsung membuat GX masuk ke lapangan persaingan yang lebih sensitif terhadap banderol. Posisi akhirnya bahkan berada di kisaran yang mirip dengan Onvo L90 milik Nio, yang dibuka dari 265.800 yuan.

Perubahan itu juga berbeda jauh dari ekspektasi pasar saat pra-penjualan. Ketika itu, GX sempat ditempatkan dekat level 406.800 yuan untuk Nio ES8, sehingga harga final memberi sinyal bahwa Xpeng lebih mengejar volume dalam waktu cepat.

Antrean panjang di varian tertinggi

Sambutan awal terhadap GX juga terlihat dari waktu tunggu pengiriman. Untuk varian Ultra flagship listrik murni, konsumen di China kini harus menunggu sekitar 25 sampai 29 minggu.

Xpeng menyebut varian Ultra menyumbang lebih dari 80% pesanan awal GX. Komposisi itu menunjukkan bahwa daya tarik GX tidak hanya datang dari harga masuk, tetapi juga dari teknologi yang ditawarkan di varian paling tinggi.

Deutsche Bank memperkirakan dealer melihat GX mampu mencatat pengiriman bulanan rata-rata sekitar 5.000 unit. Proyeksi itu didukung oleh ukuran yang kompetitif dan posisi model ini di segmen SUV keluarga premium.

Teknologi jadi pembeda utama

GX tidak hanya bermain di sisi harga. Model ini memakai sasis steer-by-wire dan paket baterai besar 110 kWh.

Mobil ini juga dibangun dengan standar mengemudi otonom L4 dan menggunakan strategi alokasi daya komputasi yang fleksibel. Pada varian tertinggi, GX membawa tiga chip Turing AI buatan Xpeng sendiri.

Kombinasi tersebut memberi daya komputasi hingga 2.250 TOPS untuk sistem smart driving. Itu menjadi salah satu nilai jual yang memperkuat minat di pasar.

Dampak ke lini Xpeng lain masih terjaga

Meski GX menjadi motor utama lonjakan pesanan, model Xpeng lain belum menunjukkan pelemahan berarti sepanjang Mei. Deutsche Bank mencatat Mona M03, P7+, X9, dan G6 tetap stabil.

Di sisi pengiriman aktual, Xpeng membukukan 31.011 unit pada April. Angka itu turun 11,51% dibanding setahun sebelumnya, tetapi naik 13,12% dari Maret.

Dengan tambahan pesanan dari GX, perusahaan berpeluang mendapat bantalan penting untuk kinerja berikutnya. Momentum ini juga menunjukkan bahwa strategi harga baru Xpeng mulai mengubah ritme permintaan di jaringan penjualannya.

Rencana produk berikutnya mulai disiapkan

Xpeng juga sudah menyiapkan model lain untuk menjaga momentum. Perusahaan tengah mempersiapkan G9L, yang dijadwalkan hadir pada kuartal ketiga 2026 sebagai SUV lima kursi berukuran sangat besar dan diposisikan sebagai saudara GX.

G9L diperkirakan dijual sedikit lebih tinggi dari G9 yang ada saat ini. Deutsche Bank memperkirakan penjualan bulanan rata-rata G9L bisa mencapai sekitar 4.000 unit setelah meluncur.

Secara ukuran, G9L memiliki panjang 5.120 mm dan wheelbase 3.100 mm. Angka itu masih di bawah GX yang panjangnya 5.265 mm dengan wheelbase 3.115 mm, tetapi tetap lebih besar dari G9 saat ini yang panjangnya 4.891 mm dengan wheelbase 2.998 mm dan mulai dari 248.800 yuan.

Dealer juga menyebut Xpeng berencana meluncurkan dua SUV lain, Mona L05 dan Mona L03, pada paruh kedua 2026. Selain itu, sedan baru M05 yang diposisikan sedikit di atas Mona M03 juga disebut akan masuk jajaran produk pada 2027.

Source: cnevpost.com
Berita Terbaru