Pesantren Gresik Perkuat Ruang Aman, Santri Putri Sekaligus Dibekali Literasi AI

Author: Redaksi Android62

Di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti, santri putri tidak hanya diajak memahami perkembangan kecerdasan buatan, tetapi juga dikenalkan pada pentingnya ruang belajar yang aman. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas perempuan pesantren yang merangkul isu teknologi, literasi keuangan, dan perlindungan perempuan dalam satu agenda.

Program Road Show Literasi PandAI yang digelar KOPRI PMII Jawa Timur bersama Lazisnu Jatim menghadirkan santri, mahasiswi, dan guru pesantren. Kegiatan tersebut dirancang agar perempuan di lingkungan pesantren lebih siap menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan kenyamanan dan nilai inklusif dalam pendidikan.

Teknologi dan kemandirian perempuan pesantren

Pengurus Pusat Lazisnu, Misbahus Salam, menilai perempuan memegang peran penting dalam membangun kualitas bangsa. Karena itu, ia mendorong perempuan agar punya ruang tumbuh dan mampu memperkuat daya diri melalui pengetahuan dan kemandirian ekonomi.

Ia juga menekankan bahwa teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan mendukung pengembangan diri. Menurutnya, telepon genggam kini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana belajar, termasuk untuk memahami kecerdasan buatan.

Misbahus Salam melihat kemampuan digital menjadi semakin penting karena arus bisnis dan peradaban bergerak cepat. Ia menyebut masyarakat memerlukan literasi dan penguasaan ilmu pengetahuan yang memadai agar tidak tertinggal oleh perubahan.

Ruang aman tidak boleh hanya jadi pelengkap

Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Kholisatul Hasanah, mengatakan road show ini merupakan komitmen KOPRI dalam menghadirkan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan perempuan masa kini. Fokus kegiatan tidak berhenti pada kecerdasan buatan, tetapi juga mencakup literasi keuangan dan pengawalan ruang aman di pesantren.

Dalam kegiatan itu, KOPRI PKC PMII Jawa Timur menyerahkan kurikulum ruang aman di pesantren. Dokumen tersebut berisi materi tentang kesadaran terhadap kekerasan berbasis gender, mekanisme pengaduan, penguatan perspektif perlindungan, serta pentingnya relasi sehat di lingkungan pendidikan pesantren.

Kholisatul menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, konsep ruang aman perlu hadir sebagai bagian dari sistem pendidikan, bukan sekadar tambahan di luar proses belajar.

KOPRI Gresik dorong pengawalan isu perempuan

Ketua KOPRI PC PMII Gresik, Clarissa Marcelyasurya Gladys Ariani, menyebut kegiatan ini penting untuk mengawal isu pemberdayaan perempuan, keadilan gender, dan perlindungan anak di pesantren. Ia menilai KOPRI Gresik siap menjadi mitra strategis pesantren dalam mencetak generasi yang cakap digital.

Clarissa berharap santri perempuan tidak hanya siap secara akademik dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ia juga ingin mereka berani membangun budaya pendidikan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan di Darul Ihsan memperlihatkan bahwa dorongan menuju literasi digital berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan perempuan di pesantren. Santri putri didorong untuk ikut membentuk lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, dan memuliakan seluruh santri.

Source: www.nugresik.or.id
Berita Terbaru