Peti Jenazah Ali Khamenei Disemayamkan di Teheran, Iran Siapkan Ujian Dukungan Publik

Author: Redaksi Android62

Peti jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mulai disemayamkan di Teheran dan langsung memusatkan perhatian pada dua hal sekaligus, yakni suksesi politik dan kekuatan dukungan publik. Rangkaian pemakaman yang direncanakan berlangsung selama sepekan itu diperkirakan menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar dalam sejarah Iran.

Pemerintah Iran menyiapkan prosesi berskala besar di tengah pengamanan ketat. Sejumlah pejabat tinggi telah hadir, sementara tamu asing juga mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian penghormatan terakhir tersebut.

Prosesi awal dibuka di Teheran

Prosesi pembuka digelar di sebuah masjid di Teheran dan diikuti keluarga anggota angkatan bersenjata Iran serta staf Kantor Pemimpin Tertinggi. Kantor berita pemerintah IRNA melaporkan para pelayat mengenakan pakaian hitam, menangis, lalu melantunkan doa dan slogan keagamaan saat peti dibawa masuk.

Juru bicara panitia pemakaman, Iman Attarzadeh, mengatakan acara pembuka itu memberi ruang bagi keluarga korban konflik untuk memberi penghormatan terakhir. Ia juga menegaskan prosesi tersebut masih terbatas bagi tamu undangan dan keluarga tertentu, meski disiarkan langsung oleh televisi pemerintah.

Pejabat tinggi dan tamu asing mulai hadir

Prosesi itu dihadiri Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf. Nama Ayatollah Mojtaba Khamenei juga menjadi perhatian karena sering disebut dalam pembahasan suksesi, meski belum ada kepastian apakah ia akan tampil dalam rangkaian acara.

Dari luar Iran, sejumlah tamu kenegaraan dilaporkan hadir, termasuk Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir dan Presiden Irak Nizar Amedi. Rusia dan China juga mengirim pejabat senior sebagai perwakilan.

Jadwal pemakaman dibuat bertahap

Media pemerintah Iran menyebut peti jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla hingga akhir pekan. Setelah itu, prosesi akan berlanjut di Teheran, kemudian ke Qom, sebelum iring-iringan jenazah singgah di Irak dan berakhir di Mashhad.

Tahap Lokasi Waktu yang disebut Keterangan
Awal Teheran Hingga akhir pekan Disemayamkan di Grand Mosalla
Berikutnya Teheran Senin Prosesi pemakaman di ibu kota
Selanjutnya Qom Selasa Rangkaian berlanjut ke kota suci
Perhentian luar negeri Najaf dan Karbala 7 Juli Tiba di Bandara Najaf untuk upacara penghormatan resmi dan acara publik
Penutup Mashhad 9 Juli Pemakaman akhir di Iran timur laut

Jadwal yang sama menyebut jenazah akan tiba di Bandara Najaf, Irak, pada 7 Juli untuk upacara penghormatan resmi. Setelah prosesi publik di Najaf dan rangkaian acara di Karbala, tahap terakhir dijadwalkan berlangsung di Mashhad pada 9 Juli.

Skala mobilisasi diperkirakan sangat besar

Wakil Wali Kota Teheran bidang Sosial dan Kebudayaan, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengatakan arak-arakan di ibu kota akan berlangsung setidaknya 24 jam. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas untuk menampung hingga 20 juta orang, sementara jumlah penduduk Iran sekitar 90 juta jiwa.

Dengan skala itu, panitia menilai prosesi ini berpotensi menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar yang pernah terjadi di Iran. Pemerintah memperkirakan jutaan pelayat akan memenuhi rangkaian acara yang digelar di beberapa kota penting.

Bayang-bayang konflik dan pertarungan suksesi

Khamenei disebut tewas dalam gelombang awal serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari lalu. Situasi itu membuat pemakaman ini tidak hanya bernuansa duka, tetapi juga sarat makna politik dan keamanan bagi pemerintah Iran.

Prosesi tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk menunjukkan dukungan publik terhadap pemerintahan di tengah kondisi yang masih bergejolak pascakonflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Di sisi lain, tidak semua warga Iran diperkirakan akan hadir memberi penghormatan karena sebagian masyarakat yang kecewa terhadap sistem pemerintahan memilih tidak ikut.

Sejumlah warga lainnya bahkan mengaku menyambut kematian Khamenei, tetapi menilai harapan perubahan memudar setelah kursi Pemimpin Tertinggi segera diisi oleh putranya. Pihak perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India sebelumnya menyebut kondisi keamanan tidak memungkinkan Mojtaba Khamenei menghadiri acara itu, sehingga isu kehadiran dan perannya tetap menjadi perhatian utama.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru