Pikap Dan Mobil Listrik Dorong Pasar Otomotif Sumsel Tumbuh 21,6 Persen Meski BBM Naik

Pasar mobil di Sumatera Selatan masih bergerak naik meski harga BBM nonsubsidi sudah meningkat. Dalam empat bulan pertama, penjualan kendaraan di wilayah ini mencapai 8.983 unit dan tumbuh 21,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan itu berarti ada tambahan 1.594 unit kendaraan di pasar Sumsel. Angka tersebut menunjukkan bahwa daya beli dan kebutuhan kendaraan masih terjaga, meski biaya operasional ikut terdorong oleh penyesuaian harga bahan bakar.

Pikap jadi penopang utama

Segmen yang paling menonjol datang dari kendaraan jenis pikap. Penjualannya naik sekitar 40 persen dibanding tahun lalu dan menjadi salah satu pendorong terbesar pertumbuhan pasar.

Kebutuhan kendaraan operasional untuk sektor SPPG disebut ikut mendongkrak permintaan pikap. Kondisi itu membuat kendaraan niaga ringan tampil lebih kuat dibanding beberapa jenis kendaraan lain di daerah tersebut.

Pergeseran pilihan konsumen

Regional Deputy Director Maju Motor Group, Alex Mardinus F, menyebut pasar Sumsel tetap tumbuh meski harga BBM nonsubsidi naik. Ia menjelaskan, pertumbuhan juga terlihat pada kendaraan listrik atau Electric Vehicle dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle.

Alex menilai ada perpindahan pelanggan dari kendaraan diesel ke mobil bensin maupun kendaraan listrik. Perubahan pilihan itu ikut menjaga pasar tetap positif di tengah tekanan harga energi.

Diesel mulai tertinggal

Di sisi lain, kendaraan Internal Combustion Engine berbahan bakar diesel justru mengalami penurunan tipis. Alex mengatakan penjualan diesel sedikit terkoreksi karena sebagian konsumen beralih ke mobil bensin dan kendaraan listrik yang permintaannya terus naik sepanjang 2026.

Ia juga menyoroti kenaikan BBM di kelas diesel seperti Pertamina Dex dan Dexlite yang terjadi pada minggu keempat April. Setelah penyesuaian harga itu, beberapa kendaraan diesel tercatat mengalami penurunan angka penjualan yang tidak terlalu besar.

Pasar masih punya ruang tumbuh

Rangkaian pergerakan ini memperlihatkan bahwa konsumen di Sumsel belum menahan pembelian mobil secara penuh. Sebagian pembeli memilih menyesuaikan kebutuhan dengan beralih ke bensin, EV, atau PHEV yang dianggap lebih sesuai dengan situasi saat ini.

Di saat yang sama, kendaraan operasional dan pikap tetap menjadi tulang punggung penjualan. Kombinasi antara permintaan niaga yang kuat dan pergeseran minat ke teknologi baru membuat pasar mobil Sumsel masih mencatat pertumbuhan positif.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer