BRI dan Polytron Masuk, PLN Jatim Dorong Kendaraan Listrik Makin Cepat Menyebar

Author: Redaksi Android62

PLN Group Jawa Timur memperluas langkah menuju transportasi rendah emisi dengan menggandeng BRI dan Polytron. Kolaborasi ini diposisikan sebagai upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terhubung, sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Jawa Timur.

Yang membuat langkah ini menonjol adalah hadirnya solusi yang tidak hanya menyentuh penyediaan kendaraan listrik. PLN juga mendorong pembiayaan serta perlindungan asuransi dalam satu rangkaian layanan agar adopsi kendaraan listrik lebih mudah dijangkau berbagai kalangan.

Penguatan dari sisi pembiayaan dan industri

Dari sisi perbankan, BRI menempatkan kemudahan pembiayaan sebagai kunci untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik. Regional Consumer Business Head BRI Regional Office Surabaya, Tri Prasetyo Hadi Nugroho, berharap dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau dapat mendorong lebih banyak masyarakat bermigrasi ke kendaraan listrik.

Polytron juga menyatakan dukungannya terhadap percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Head of Group Product EV2W PT Hartono Istana Teknologi, Ilman Fachrian Fadly, menegaskan bahwa pengurangan emisi karbon harus dimulai sekarang melalui langkah konkret di lapangan.

Targetnya tidak berhenti di kendaraan

General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari program strategis Coreboost 2.0. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Ahmad menegaskan bahwa manfaat program ini diharapkan melampaui penggunaan kendaraan listrik semata. Ia ingin lahir budaya Electrifying Lifestyle di masyarakat Jawa Timur yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor untuk ekosistem yang lebih kuat

PLN Group Jawa Timur memandang kolaborasi dengan perbankan, manufaktur, dan layanan pendukung sebagai fondasi penting bagi ekonomi hijau. Sinergi itu dinilai perlu agar percepatan adopsi kendaraan listrik tidak berjalan sendiri-sendiri dan lebih mudah berkembang.

Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, menegaskan bahwa perusahaan terus mendukung langkah PLN dalam mempercepat transisi energi bersih. Ia juga menilai peran PLN tidak hanya berada pada aspek operasional, tetapi juga dalam transformasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

PLN ikut mengalihkan armada operasional

Selain menyasar masyarakat dan sektor usaha, PLN juga menggeser armada internalnya ke kendaraan listrik. Langkah ini dipandang sebagai penerapan energi bersih yang nyata sekaligus upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan layanan kepada pelanggan.

Total kendaraan operasional petugas pencatat meter yang akan beralih ke kendaraan listrik mencapai 3.335 unit. Kendaraan itu akan didistribusikan secara bertahap sebagai bagian dari penguatan transformasi internal PLN Group Jawa Timur.

Source: duta.co
Berita Terbaru