PNM Buktikan Kepatuhan GCG, Penghargaan Most Trusted Companies Jadi Sorotan

Author: Redaksi Android62

Penghargaan Indonesia Most Trusted Companies yang diterima PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan bahwa kepatuhan dan tata kelola bukan sekadar formalitas bagi perusahaan. Pengakuan dalam ajang The Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025 itu menjadi penanda bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di PNM berjalan konsisten.

Di tengah layanan yang menyentuh jutaan perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia, PNM menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan sebagai bagian dari operasional sehari-hari. Tata kelola yang kuat dipandang sebagai syarat agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Tata kelola yang menyentuh lapangan

PNM tidak membatasi GCG pada level kebijakan atau dokumen perusahaan. Prinsip tersebut diterapkan di seluruh lini organisasi, mulai dari direksi, manajemen, unit kerja, hingga Account Officer yang mendampingi nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar.

Pendekatan itu penting karena layanan PNM berhadapan langsung dengan masyarakat di banyak daerah. Dengan alur kerja yang menjangkau pusat sampai lapangan, perusahaan berupaya menjaga standar yang seragam dalam transparansi, tanggung jawab, dan akuntabilitas.

Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menegaskan bahwa tata kelola yang baik berkaitan langsung dengan kepercayaan publik. Dalam keterangan tertulis, ia menyebut bahwa bagi PNM, tata kelola yang baik bukan hanya soal aturan yang harus dipenuhi, tetapi tentang menjaga kepercayaan.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh insan perusahaan memiliki peran dalam memastikan proses bisnis berjalan transparan dan memberi manfaat bagi nasabah. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa budaya patuh diposisikan sebagai bagian dari kerja harian, bukan sekadar kewajiban administratif.

Dampaknya bagi pemberdayaan nasabah

Fokus utama PNM tetap berada pada pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro, bukan hanya pada penyaluran pembiayaan. Melalui program Mekaar, perusahaan saat ini melayani jutaan nasabah perempuan yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam konteks itu, penghargaan dari CGPI Award 2025 menjadi relevan sebagai pengakuan atas fondasi tata kelola yang menopang kualitas layanan. PNM menilai penguatan kepatuhan akan membantu memperluas dampak program pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera.

Perusahaan juga melanjutkan sejumlah inisiatif pemberdayaan UMKM melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM. Inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari #CariTauLangkahBaru yang sebelumnya dijalankan untuk memperluas pembinaan dan mendorong nasabah unggulan berkembang lebih jauh.

Penghargaan sebagai ujian konsistensi

PNM memandang pengakuan sebagai Indonesia Most Trusted Companies bukan sebagai garis akhir. Bagi perusahaan, penghargaan itu justru menjadi dorongan untuk terus memperkuat budaya kepatuhan di seluruh organisasi.

Dengan tata kelola yang kuat, PNM optimistis dapat menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat. Pada saat yang sama, penguatan GCG diposisikan sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis dan memperbesar manfaat pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput.

Bagi layanan yang bersentuhan langsung dengan pelaku usaha ultra mikro, kepastian proses yang transparan dan akuntabel menjadi faktor penting. Karena itu, penghargaan ini menegaskan bahwa kepatuhan pada tata kelola perusahaan telah menjadi bagian dari identitas kerja PNM dalam menjalankan mandat pemberdayaan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru