Polda Jabar Turunkan Tim Negosiator, Aksi Unjuk Rasa Dijaga Tetap Humanis

Polda Jawa Barat menegaskan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, akan dijalankan dengan pendekatan humanis dan dialogis. Pola itu dipilih agar masyarakat tetap leluasa menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut pendekatan tersebut merupakan prosedur standar operasional kepolisian dalam mengawal penyampaian pendapat dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Menurut dia, pengamanan aksi bukan hanya soal menjaga situasi tetap tertib, tetapi juga memastikan kebebasan berpendapat tetap dihormati.

Tim Negosiator Jadi Ujung Tombak

Dalam pelaksanaan pengamanan, polisi menurunkan tim negosiator untuk berkomunikasi langsung dengan peserta aksi. Tim ini juga bertugas menerima aspirasi yang disampaikan di lapangan agar komunikasi antara aparat dan demonstran tetap terbuka.

Hendra menjelaskan, tim negosiator terdiri dari personel kepolisian, termasuk polwan, yang akan membangun dialog dengan para demonstran. Selama situasi masih aman dan kondusif, pendekatan persuasif akan terus diutamakan.

Polda Jabar memandang unjuk rasa sebagai bagian dari “pesta demokrasi” yang tidak hanya terkait pemilihan umum. Dalam pandangan kepolisian, penyampaian aspirasi di ruang publik juga merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu dijaga secara seimbang.

Eskalasi Akan Direspons Sesuai SOP

Meski mengedepankan pendekatan humanis, polisi menegaskan pola pengamanan dapat berubah bila situasi memburuk. Pelemparan batu, bom molotov, atau tindakan lain yang membahayakan akan direspons sesuai prosedur operasional yang berlaku.

Hendra menegaskan, personel tidak bertujuan melakukan tindakan kekerasan terhadap peserta aksi. Karena itu, anggota kepolisian juga dilarang bersikap provokatif selama pengamanan berlangsung.

Selain itu, personel tidak diperbolehkan membawa senjata api maupun perlengkapan lain yang tidak sesuai ketentuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari SOP yang disiapkan Polda Jabar untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus memastikan aksi tetap berlangsung tertib.

Source: www.metrotvnews.com

Berita Terkait