Polda Jawa Timur terus memburu Erlan atau E, terduga pembunuh aparatur sipil negara asal Bangkalan yang diduga berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, bahkan keluar wilayah Jawa Timur. Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, seorang anggota Jatanras membuka sayembara berhadiah Rp 20 juta bagi siapa pun yang bisa memberi informasi hingga penangkapan dilakukan.
Sayembara itu diinisiasi Kepala Tim Opsnal Unit III Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto. Hadiah tersebut berasal dari uang pribadinya, lalu mendapat tambahan dari sejumlah orang yang ikut prihatin terhadap kasus yang menewaskan RYS, 50 tahun.
Hadiah berasal dari dana pribadi
Sigit menjelaskan bahwa uang hadiah Rp 20 juta bukan dana institusi, melainkan dana pribadinya sendiri. Informasi sayembara itu disebarkan melalui akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras Polda Jatim, yang diketahui merupakan akun pribadi miliknya.
Dalam unggahan tersebut, foto terduga pelaku bernama Erlan atau E ditampilkan bersama keterangan bahwa siapa pun yang memberi informasi hingga pelaku tertangkap akan mendapat hadiah. Sigit mengatakan langkah itu ditempuh karena video terduga pelaku sudah terlanjur viral di berbagai media.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nilai sayembara | Rp 20 juta |
| Sumber dana | Uang pribadi Aipda Sigit Dwi Susanto |
| Tambahan hadiah | Dari sejumlah orang yang ikut prihatin |
| Nama terduga pelaku | Erlan atau E |
Jejak pelaku disebut makin sulit diikuti
Menurut Sigit, inisiatif membuka sayembara muncul karena pelaku terus berpindah lokasi sehingga menyulitkan pengejaran. Ia berharap langkah itu dapat mendorong masyarakat membantu memberikan informasi dan mempersempit ruang gerak pelaku.
Sejak sayembara diumumkan, sejumlah warga disebut telah menyampaikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. Namun, seluruh informasi itu masih diverifikasi dan didalami oleh penyidik.
“Jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak. Jadi biar semua netizen peduli,” kata Sigit, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan harapannya agar informasi dari masyarakat bisa membantu mempercepat penangkapan. “Akhirnya pelaku nanti kalau lari ke mana pun kan akhirnya ada yang infokan ke kita. Insyaallah semoga bisa membantu mempercepat penangkapan ini,” ujarnya.
Pengejaran masih berlangsung
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan pengejaran terhadap Erlan masih terus dilakukan. Menurut dia, terduga pelaku diduga bergerak dari satu kota ke kota lain untuk menghindari aparat.
“Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku,” kata Jumhur kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan bahwa penyidik telah berkoordinasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat terduga pelaku untuk mempersempit ruang geraknya. Polisi juga menyisir banyak titik karena pelaku tidak menetap di satu tempat.
Kasus berawal dari temuan jasad di mobil dinas
Kasus ini bermula ketika RYS, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP. Mobil tersebut terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026).
Penyidik menduga RYS menjadi korban pembunuhan setelah lebih dahulu terjerat modus love scam. Hingga kini, polisi masih memburu keberadaan Erlan yang diduga sebagai pelaku.
Source: surabaya.kompas.com






