Polip endometrium kerap tidak disadari karena keluhannya mirip masalah haid biasa. Padahal, pertumbuhan jaringan di lapisan dalam rahim ini dapat berkaitan dengan perdarahan menstruasi yang tidak normal sekaligus mengganggu peluang kehamilan.
Keluhan yang sering muncul antara lain flek di luar siklus haid, haid tidak teratur, dan sulit hamil. Pada banyak perempuan, tanda seperti ini baru diketahui setelah berlangsung lama karena tidak langsung dianggap sebagai petunjuk adanya gangguan di dalam rahim.
Polip endometrium juga menjadi perhatian pada perempuan yang sedang menjalani program kehamilan. Kondisi ini dapat menurunkan tingkat implantasi embrio di dalam rahim, sehingga proses menempelnya embrio bisa terganggu.
Gejala yang sering dianggap sepele
dr Francesca Ivanna, Sp.OG, D.MAS, F.MAS, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan keahlian bedah minimal invasif di Columbia Asia Hospital Pulomas, menjelaskan bahwa polip endometrium sering underdiagnosed. Penyebabnya, gejalanya tidak spesifik dan mudah disalahartikan sebagai gangguan hormonal biasa.
Dalam kondisi tertentu, perempuan hanya merasakan haid yang berubah pola atau muncul flek di luar jadwal menstruasi. Saat keluhan itu disertai sulit hamil, pemeriksaan lebih lanjut menjadi penting agar penyebabnya tidak terlewat.
Dampak pada kesuburan dan perdarahan
Polip endometrium tidak hanya berkaitan dengan gangguan siklus haid. Kondisi ini juga dapat memicu perdarahan uterus abnormal, yang dalam data medis disebut ditemukan pada sekitar 10 persen hingga 30 persen wanita dengan keluhan tersebut.
Gangguan kecil di rongga rahim dapat berdampak besar pada keberhasilan program keturunan. Karena itu, masalah pada lapisan dalam rahim perlu dicari secara lebih akurat ketika keluhan haid tidak kunjung membaik atau kehamilan sulit terjadi.
Pemeriksaan yang lebih tepat untuk melihat rongga rahim
Untuk mendeteksi sekaligus menangani kelainan di dalam rahim, Columbia Asia Hospital Pulomas menghadirkan layanan histeroskopi. Metode ini memungkinkan dokter melihat kondisi rahim secara langsung dengan kamera khusus, lalu mengangkat polip bila diperlukan dalam tindakan yang sama.
Menurut dr Francesca, histeroskopi merupakan solusi diagnostik dan terapeutik modern yang akurat serta minim risiko. Prosedur ini juga disebut sebagai gold standard untuk mendeteksi gangguan di dalam rahim karena dinilai lebih presisi dibanding metode konvensional seperti kuretase atau USG transvaginal biasa.
Manfaat pendekatan minim invasif
Histeroskopi memberi sejumlah keuntungan bagi pasien karena nyeri yang dirasakan lebih minimal, risiko komplikasi lebih rendah, dan waktu pemulihan lebih cepat. Dengan pendekatan minim invasif, pasien juga dapat kembali beraktivitas lebih cepat tanpa sayatan besar.
Bagi perempuan yang sedang mencari penyebab haid tidak teratur atau kesulitan hamil, kecepatan diagnosis menjadi nilai penting. Penanganan yang lebih cepat membantu kelainan di rahim tidak berlarut dan memberi peluang lebih baik untuk menemukan sumber masalah sejak awal.
Selain layanan untuk polip rahim, Columbia Asia Hospital Pulomas juga menyediakan Medical Check Up Female Wellness. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memantau kesehatan reproduksi dan kesejahteraan perempuan secara lebih menyeluruh, terutama saat haid mulai tidak teratur atau kehamilan belum juga terjadi.
Source: www.beritasatu.com






