Duka Timnas Afrika Selatan, Polisi Selidiki Kematian Jayden Adams Usai Piala Dunia 2026

Author: Redaksi Android62

Polisi Cape Town membuka penyelidikan atas kematian Jayden Adams, gelandang Timnas Afrika Selatan berusia 25 tahun yang baru pulang dari Piala Dunia 2026. Penyebab kematiannya belum diungkap, sehingga kasus ini masih berada pada tahap awal pemeriksaan.

Kabar duka itu mengguncang publik sepak bola Afrika Selatan karena Adams baru saja menjadi bagian dari perjalanan bersejarah Bafana Bafana di turnamen tersebut. Tim itu berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya, sebelum akhirnya tersingkir di babak 32 besar.

Peran Adams di turnamen

Adams tercatat sebagai starter pada dua laga awal Afrika Selatan, yakni saat kalah 0-2 dari Meksiko dan saat bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko. Ia juga ikut membantu kemenangan 1-0 atas Korea Selatan yang memastikan tiket ke fase gugur.

Informasi Detail
Nama pemain Jayden Adams
Usia 25 tahun
Posisi Gelandang Timnas Afrika Selatan
Hasil Afrika Selatan di turnamen Lolos ke babak 32 besar, lalu kalah 0-1 dari Kanada
Laga yang dijalani Adams Vs Meksiko, Republik Ceko, dan membantu kemenangan atas Korea Selatan

Setelah tersingkir, Afrika Selatan kalah 0-1 dari Kanada yang berstatus tuan rumah pada babak 32 besar. Meski demikian, pencapaian itu tetap tercatat sebagai salah satu momen penting dalam sejarah sepak bola mereka di Piala Dunia.

Keluarga masih berduka

Ayah Adams, Juanito Adams, mengatakan keluarga masih berusaha menerima kenyataan pahit tersebut. Ia menyebut kehilangan itu tidak akan mudah untuk dijalani.

“Keluarga sedang berjuang untuk menerima kenyataan ini. Tidak akan mudah untuk melanjutkan hidup,” kata Juanito Adams kepada eNCA seperti dikutip Reuters.

Juanito juga menyoroti besarnya perhatian publik sepak bola dunia terhadap putranya. Ia mengaku tersentuh oleh reaksi belasungkawa yang datang dari berbagai pihak.

“Seluruh dunia bereaksi atas kematian Jayden. Seperti yang saya katakan, ini sangat berat. Kita bisa melihat betapa besar cinta dunia terhadap sepak bola dan Jayden,” ujarnya.

Penghormatan terus mengalir

Penghormatan untuk Adams datang dari berbagai pihak setelah kabar kematiannya menyebar. Seluruh pertandingan di babak perempat final disebut mengheningkan cipta untuk mengenangnya.

Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, juga menyampaikan rasa kehilangan. Ia menggambarkan Adams sebagai sosok yang rendah hati, penuh penghargaan, dan menunjukkan nasionalisme tinggi saat membela timnas.

“Saya akan selalu menyimpan kenangan akan tanggapan rendah hati dan penuh penghargaan yang dia berikan kepada saya,” kata Gayton McKenzie.

Ia menambahkan bahwa keputusan Adams mengenakan seragam tim nasional dan memberikan yang terbaik bagi negaranya menunjukkan kedalaman karakter serta profesionalisme yang melampaui usianya. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga dan timnas, penyelidikan polisi tetap berjalan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi setelah Adams kembali dari Piala Dunia 2026.

Source: bola.kompas.com
Berita Terbaru