Polytron Fox 350 Lolos Touring Hampir 600 Km, Nyaman di Jalan tapi Isi Daya Masih Menentukan

Author: Redaksi Android62

Perjalanan hampir 600 kilometer dengan Polytron Fox 350 memperlihatkan satu hal yang paling menentukan untuk motor listrik touring: pengisian daya masih jadi penentu utama kelancaran rute. Di sisi lain, motor ini justru meninggalkan kesan nyaman di jalan, terutama saat dipakai untuk menempuh lintasan antarkota yang panjang.

Pengujian itu dilakukan oleh YouTuber otomotif Harald Arkan dalam perjalanan Jakarta-Merak-Lampung-Way Kambas-Bandar Lampung lalu kembali ke Jakarta selama tiga hari. Rute tersebut langsung menguji apakah motor listrik benar-benar realistis untuk touring di kondisi jalan nyata, bukan hanya di atas kertas.

Pengisian daya jadi titik paling krusial

Hal yang paling mengejutkan datang dari pengalaman charging. Pengisian pertama di showroom Polytron Serang berjalan cepat, dari 27 persen sampai penuh dalam waktu sekitar satu jam lebih sedikit.

Selama perjalanan, rombongan juga memakai fast charging portable milik Polytron. Perangkat itu punya tiga mode pengisian, yakni slow charging 7 ampere, normal 13,5 ampere, dan fast charging 25 ampere.

Dengan skema tersebut, pengisian dari kondisi belasan persen sampai penuh disebut bisa selesai sekitar satu jam. Untuk touring, durasi seperti ini jelas sangat memengaruhi ritme perjalanan dan penentuan waktu istirahat.

Biaya pengisian juga tergolong ringan. Di SPKLU Cilegon, pengisian dari 86 persen ke 100 persen hanya sekitar Rp2.500.

Sementara itu, pengisian dari kondisi hampir habis hingga penuh di Kalianda hanya memerlukan biaya belasan ribu rupiah. Di service center Polytron, pengisian daya bahkan disebut tidak dipungut biaya.

Nyaman untuk jarak jauh

Di luar urusan baterai, Harald menilai Polytron Fox 350 sangat nyaman dipakai menempuh perjalanan panjang. Karakter motor listrik yang nyaris tanpa suara mesin dan knalpot membuat suasana berkendara terasa lebih santai.

Ergonomi juga menjadi poin yang menonjol. Motor ini disebut memberi posisi berkendara yang pas untuk tubuh Harald yang memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter.

Polytron Fox 350 membawa baterai 3,75 kWh dan tenaga maksimal 6,9 kW. Kecepatan puncaknya 95 km/jam, dengan klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Saat dipakai jauh, rombongan lebih sering memilih mode D untuk menjaga efisiensi baterai. Dalam mode ini, kecepatan maksimal dibatasi sampai 61 km/jam agar daya lebih hemat untuk perjalanan antarkota.

Dengan pola berkendara itu, baterai bisa menempuh sekitar 90 kilometer saat sisa daya berada di kisaran 20 persen. Jika dipacu santai di sekitar 60 km/jam, jarak tempuhnya disebut bisa berada di rentang 110 sampai 120 kilometer.

Fitur yang terasa manfaatnya di jalan

Sejumlah fitur modern ikut mendukung kenyamanan touring. Cruise control membantu saat motor melaju di jalan lurus karena pengendara tidak perlu terus menahan putaran gas.

Fitur lain seperti smart key system, hill start assist, regenerative braking, dan deck kaki yang lebih luas juga memberi nilai tambah. Kombinasi itu membuat motor ini terasa bukan hanya efisien, tetapi juga enak dipakai dalam perjalanan lama.

Kemampuan tanjakan pun sempat diuji di Bukit Cindi, Bandar Lampung. Dalam mode sport, Polytron Fox 350 disebut mampu melewati tanjakan curam dengan mudah.

Harald juga menjajal hill start assist untuk skenario berhenti dan jalan lagi di tanjakan. Fitur itu bekerja baik, meski ia mengingatkan ada batas waktu penggunaan dan tidak disarankan dipakai terus-menerus di tanjakan ekstrem.

Infrastruktur masih menentukan

Meski hasil pengujian di jalan raya memberi kesan positif, touring ini juga menegaskan tantangan klasik motor listrik untuk perjalanan jauh. Masalah utamanya bukan semata kemampuan motor, melainkan ketersediaan infrastruktur charging yang belum merata.

Karena itu, Harald menilai pengguna motor listrik tetap harus merencanakan titik pengisian sebelum berangkat. Perencanaan seperti ini penting agar perjalanan tetap aman dan tidak berisiko kehabisan baterai di tengah rute.

Rombongan memulai perjalanan dari kawasan Slipi, Jakarta Barat, menuju Merak melalui Serang dan Cilegon. Setelah menyeberang ke Pulau Sumatera, mereka bergerak ke Way Kambas di Lampung sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dengan selamat.

Touring tersebut dilakukan bersama tiga rekannya, termasuk pegiat motor listrik Om Tommy dan tim Kumparan. Dari jalan raya, jalan antarkota, titik charging, sampai tanjakan, Polytron Fox 350 menunjukkan modal yang cukup kuat untuk kebutuhan harian sekaligus perjalanan jauh.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru