Bali Buka Musim Red Bull Cliff Diving 2026, Nusa Penida Pamer Tebing dan Tradisi

Author: Redaksi Android62

Pengamanan laut menjadi salah satu sorotan terbesar saat Red Bull Cliff Diving World Series digelar di Nusa Penida. Para atlet melompat dari ketinggian puluhan meter langsung ke laut lepas, sehingga TNI Angkatan Laut menyiagakan rescue diver, pasukan Kopaska, armada khusus, serta dukungan dari Lanal Denpasar Bali.

Kesiapan itu menunjukkan betapa seriusnya penyelenggaraan ajang ini di Bali. Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menyebut satu KRI Surabaya dan dua helikopter juga disiapkan untuk kebutuhan evakuasi medis bila diperlukan.

Di sisi lain, Nusa Penida justru memperoleh panggung besar sebagai lokasi pembuka musim ke-17 seri dunia tersebut. Dari tebing curam Broken Beach, para penerjun internasional tampil dengan latar ombak besar, Samudera Hindia, dan suasana budaya lokal yang memberi identitas kuat pada kompetisi.

Debut Indonesia sebagai pembuka musim langsung menempatkan Bali dalam sorotan sport tourism premium. Alam Bali menjadi alasan utama Indonesia masuk daftar lokasi spesial musim ini bersama Oman, karena keduanya dinilai memiliki karakter yang ideal untuk olahraga yang menuntut keberanian, presisi, dan tebing alami yang menantang.

Sports Director Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, menilai Bali menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan. Menurut dia, lokasi itu dekat dengan masyarakat sekaligus dekat dengan aksi, sehingga penonton bisa merasakan atmosfer kompetisi secara lebih langsung.

Sorotan utama memang tertuju pada Broken Beach di Nusa Penida. Dari titik itu, para atlet melompat dari ketinggian hingga puluhan meter dan langsung jatuh ke laut terbuka, sehingga setiap gerakan terlihat jelas di atas bentang laut yang luas.

Ajang di Bali tidak hanya mengandalkan satu arena. Seri Indonesia juga menghadirkan Air Terjun Kroya di Buleleng sebagai lokasi berbeda dari panggung lain, dengan loncatan akrobatik dari pohon setinggi 20 hingga 21 meter menuju kolam alami sedalam lima meter.

Dua nomor, putra dan putri, sama-sama menghadirkan perhatian besar. Di sektor putra, Aidan Heslop dari Britania Raya menutup persaingan dengan total 419,85 poin dan membawa pulang trofi “Gates of Heaven” setelah melalui pemulihan panjang akibat cedera dan operasi punggung.

Heslop sempat mendapat nilai 9 dari juri pada ronde kedua sebelum mengambil alih posisi teratas melalui lompatan dari platform setinggi 27 meter. Pada lompatan terakhir dengan tingkat kesulitan 5,9, ia memastikan kemenangan dengan selisih sekitar 40 poin dari pesaing terdekatnya.

Di nomor putri, Rhiannan Iffland kembali menunjukkan dominasi. Atlet Australia itu membuka musim 2026 dengan kemenangan setelah mengumpulkan total 345,55 poin di Bali.

Kemenangan tersebut mempertegas status Iffland sebagai juara bertahan sembilan musim beruntun. Dengan hasil itu, Bali langsung menjadi awal yang kuat bagi persaingan sektor putri pada musim baru.

Di luar persaingan skor, unsur budaya ikut memberi warna pada penyelenggaraan. Sebelum para atlet melompat, digelar ritual matur piuning, sementara platform “Tri Loka” karya seniman lokal terinspirasi dari Garuda Wisnu, Bedawang Nala, dan Naga.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, menyebut sports tourism menjadi fokus pengembangan pariwisata daerah. Ia menegaskan Bali ingin mengikuti tren wisata dunia tanpa meninggalkan kearifan lokal yang menjadi identitas utamanya.

Dengan lebih dari 3 miliar penonton Red Bull Cliff Diving sepanjang 2025, ajang di Nusa Penida memberi eksposur besar bagi Bali di panggung global. Perpaduan alam ekstrem, keamanan, prestasi atlet, dan budaya lokal kini membuat Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi sport tourism.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru