Kemampuan merekam video 4K kini sudah masuk ke kelas ponsel yang lebih terjangkau. Di rentang harga Rp2,5 juta sampai Rp4,7 juta, ada sembilan pilihan yang menawarkan stabilisasi, sensor besar, dan pemrosesan kamera yang cukup serius untuk konten harian maupun vlog.
Perubahan ini penting karena banyak pengguna masih mengira 4K hanya hadir di HP mahal. Padahal, di kelas Rp2 jutaan, sudah ada model yang mengandalkan OIS, gyro-EIS, mode ultra steady, hingga bantuan kecerdasan buatan untuk menjaga hasil video tetap enak dilihat.
Pilihan termurah yang langsung mengarah ke video stabil
Di kelompok paling murah, Nubia Focus Pro 5G tampil sebagai opsi Rp2,5 juta dengan sensor utama 108 MP dan dukungan OIS. Kombinasi ini membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin foto tetap jernih, warna terlihat cerah, dan video lebih stabil.
Infinix Note 50 X 5G Plus juga hadir di kisaran Rp2,8 juta dengan sensor 108 MP. Perangkat ini disebut kuat untuk fotografi malam hari, sementara rekaman 4K-nya dinilai solid dengan noise yang minimal.
Fokus ke hasil tajam dan kondisi cahaya rendah
iQOO Z9x 5G dibanderol sekitar Rp2,9 juta dan menonjol lewat ketajaman gambar saat cahaya minim. Untuk video, perangkat ini memakai gyro-EIS yang membantu menjaga stabilitas rekaman, terutama pada resolusi 1080p.
Samsung Galaxy A25 5G berada di harga sekitar Rp3 juta dan masih punya posisi kuat di segmen ini. Keunggulannya ada pada OIS dan rentang dinamis yang luas, sehingga cocok dipertimbangkan untuk video di kondisi pencahayaan cerah.
Techno Pova 7 5G juga dijual di kisaran Rp3 juta. Ponsel ini membawa fitur AI image extender, dengan hasil rekaman yang disebut stabil dan detail untuk pengguna yang mengandalkan pemrosesan kecerdasan buatan.
Saat stabilisasi jadi prioritas utama
Bagi yang sering merekam sambil berjalan, Techno Pova Curve 5G bisa jadi nama yang menonjol. Dengan harga Rp3,2 juta, perangkat ini menawarkan mode ultra steady serta object eraser yang membantu proses penyuntingan langsung dari ponsel.
Redmi Note 15 5G juga dipasarkan Rp3,2 juta dan menyasar kebutuhan media sosial yang lebih lengkap. Kamera utamanya beresolusi 108 MP dengan OIS, dan kemampuan zoom hingga tiga kali tetap dijaga agar ketajaman tidak mudah turun.
Opsi untuk fokus cepat dan kebutuhan konten yang lebih dinamis
Realme P3 5G hadir di kisaran Rp3,9 juta dengan sensor 50 MP dan autofokus yang mumpuni. Karakter ini membuatnya cocok untuk pengguna yang membutuhkan fokus cepat dan konsisten saat merekam konten tajam.
Di kelas lebih tinggi, Samsung Galaxy A36 5G dibanderol Rp4,7 juta. Daya tarik utamanya bukan hanya kualitas kamera, tetapi juga fleksibilitas saat berpindah kamera ketika merekam video, yang berguna untuk kebutuhan vlogging yang lebih dinamis.
Mana yang cocok untuk kebutuhan berbeda
Jika stabilisasi menjadi alasan utama membeli HP baru, Nubia Focus Pro 5G, Samsung Galaxy A25 5G, Redmi Note 15 5G, dan Techno Pova Curve 5G masuk daftar yang layak dilirik. Keempatnya membawa pendekatan berbeda, mulai dari OIS hingga mode ultra steady untuk rekaman aktif.
Untuk pengguna yang mengejar sensor 108 MP, Infinix Note 50 X 5G Plus, Nubia Focus Pro 5G, dan Redmi Note 15 5G sama-sama menawarkan daya tarik di sisi resolusi. Sementara itu, iQOO Z9x 5G tetap relevan bagi yang sering merekam di cahaya minim, dan Techno Pova 7 5G memberi nilai tambah lewat AI image extender.
Daftar sembilan ponsel ini menunjukkan bahwa video 4K kini tidak lagi sulit dijangkau. Pilihan akhirnya tinggal disesuaikan dengan gaya pemakaian, apakah lebih sering merekam sambil bergerak, memotret malam hari, atau membuat vlog dengan perpindahan sudut kamera yang cepat.







