Portugal mendapat dukungan penuh dari musisi asal Nusa Tenggara Timur, Siprianus Bhuka atau Silet Open Up, untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Ia menilai skuad Portugal tampil paling meyakinkan karena memiliki keseimbangan tim dan kedalaman pemain yang kuat di hampir semua lini.
Lini tengah Portugal disebut paling berbahaya
Penilaian itu terutama diarahkan pada sektor lini tengah. Silet menyebut para gelandang Portugal sebagai faktor yang paling membuat tim itu menonjol dan sulit dihadapi lawan.
Ia menyoroti nama-nama seperti Vitinha, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva sebagai sosok penting yang membuat permainan Portugal terlihat solid. Selain itu, ia juga memasukkan Nuno Mendes sebagai bagian dari kekuatan tim yang membuat Portugal layak dijagokan.
“Dukung siapa? Portugal dong. Alasannya? Pertama, gelandangnya bahaya semua,” ujar Siprianus Bhuka kepada Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ronaldo tetap dihormati, tetapi bukan tumpuan utama
Meski mendukung Portugal, Silet bersikap realistis saat menilai Cristiano Ronaldo. Menurut dia, pemain berusia 41 tahun itu kini lebih tepat berperan sebagai pemimpin dan pemberi semangat bagi rekan-rekannya.
“Kalau untuk Ronaldo sih sebenarnya ada dukungan juga. Last dance ya. Namun, kalau untuk saya, sebenarnya sudah tidak ada harapan lagi sama Ronaldo. Mending Ronaldo sebagai pemberi semangat saja kepada teman-temannya,” kata Silet.
Pandangan itu menunjukkan bahwa dukungannya kepada Portugal tidak bergantung pada satu nama besar. Ia justru menilai kekuatan kolektif menjadi modal paling penting untuk bersaing di turnamen sebesar Piala Dunia.
Jepang disebut bisa mengejutkan Asia dan dunia
Di luar pilihannya terhadap Portugal, Silet juga menempatkan Jepang sebagai tim yang patut diwaspadai. Menurutnya, Samurai Biru bisa menjadi kuda hitam yang berpeluang besar melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Ia menyebut perkembangan sepak bola Jepang dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka layak diperhitungkan. Bahkan, Silet menilai Jepang punya peluang menembus delapan besar.
“Kalau saya kuda hitam sekarang itu Jepang sih. Jepang gila ini. Asia dia. Sangat dukung. Kemungkinan besar, menurut pandangan saya itu Jepang bakal masuk 8 besar,” ujarnya.
Terlibat dalam kampanye musik Piala Dunia 2026
Selain memberi pandangan soal peta persaingan, Silet juga ikut meramaikan Piala Dunia 2026 lewat proyek musik. Ia terlibat dalam kolaborasi kampanye promosi turnamen bersama sejumlah musisi nasional.
Dalam proyek itu, ia bekerja sama dengan Eka Gustiwana, Ecko Show, dan Tiara Andini dalam kampanye yang digelar Coca-Cola Indonesia untuk menyemarakkan Piala Dunia 2026. Keterlibatan tersebut menempatkan Silet bukan hanya sebagai pendukung sepak bola, tetapi juga bagian dari upaya mengangkat gaung turnamen melalui musik.
