Poster Protes Masih Menempel di Toko Resmi Arema FC, Suporter Tuntut Evaluasi Usai Derbi 0-4

Author: Redaksi Android62

Poster-poster bernada protes kembali terlihat menempel di kaca depan Arema FC Official Store di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang. Aksi itu muncul setelah kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dalam laga derbi Jawa Timur dan langsung menjadi tanda bahwa kekecewaan suporter belum mereda.

Di lokasi tersebut, sorotan publik bukan hanya tertuju pada hasil buruk di lapangan, tetapi juga pada cara Aremania menyampaikan penolakan mereka. Keberadaan poster di toko resmi klub menjadi simbol tekanan yang kembali mengarah ke tim, pelatih, dan pemain.

Seorang warga sekitar menyebut poster itu dipasang pada malam hari. Ia mengatakan ada beberapa orang yang datang lalu menempelkan poster ke area kantor atau toko resmi Arema FC sekitar pukul 19.30 WIB.

Pesan protes yang muncul juga cukup tegas. Salah satu poster menampilkan foto pelatih Arema FC, Marcos Santos, dengan seruan agar pelatih asal Brasil itu meninggalkan klub.

Poster lainnya menyorot pemain Hansamu Yama Pranata. Kalimat yang tertulis di sana berbunyi, “Jika Tidak Bermain Dengan Hati Silahkan Angkat Kaki”, menunjukkan bahwa kritik suporter tidak hanya menyasar hasil pertandingan, tetapi juga semangat dan sikap bermain di atas lapangan.

Bagi suporter, kekalahan dalam derbi tidak sekadar soal angka di papan skor. Hasil 0-4 itu tampak memicu tuntutan agar ada evaluasi yang lebih serius terhadap arah pembenahan tim setelah penampilan yang dinilai mengecewakan.

Aksi serupa ternyata bukan hal baru di lokasi yang sama. Sebelumnya, poster protes juga pernah ditempel di Arema FC Official Store pada 31 Desember 2025, saat Arema FC kalah dari Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Pola yang berulang ini memperlihatkan bahwa setiap hasil minor bisa segera memunculkan reaksi terbuka dari basis pendukung klub. Arema FC Official Store pun kembali menjadi tempat yang dipilih suporter untuk menyalurkan kritik secara langsung dan terlihat publik.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menanggapi situasi tersebut dengan menyampaikan apresiasi kepada Aremania. Ia menilai kritik yang disampaikan masih kondusif dan tetap berada dalam koridor yang konstruktif.

Yusrinal juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania serta seluruh pecinta sepak bola di Malang Raya atas hasil buruk di laga derbi tersebut. Ia mengajak semua pihak melihat situasi ini sebagai bagian dari evaluasi teknis sepak bola, bukan semata ledakan emosi sesaat.

Dengan poster-poster yang masih menempel di toko resmi klub, tekanan terhadap Arema FC belum sepenuhnya reda. Kekalahan dari Persebaya masih meninggalkan jejak yang terlihat jelas, baik di lapangan maupun di ruang publik yang dekat dengan identitas klub.

Source: jatim.tribunnews.com
Berita Terbaru