Trans Jatim Di Malang Raya Makin Dilirik Warga, Tambahan Koridor Masih Menunggu Kajian Provinsi

Author: Redaksi Android62

Minat warga terhadap Trans Jatim di Malang Raya terus menunjukkan arah yang positif, meski kepastian soal koridor baru dan tambahan armada belum juga muncul. Di tengah belum adanya keputusan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, layanan bus ini justru semakin banyak diperhatikan masyarakat.

Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan menyebut hingga awal Juni 2026 belum ada informasi terbaru dari Pemprov Jatim terkait rencana perluasan layanan Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan perkembangan berikutnya masih bergantung pada pemerintah provinsi.

Menurut Widjaja, data jumlah pengguna dan tingkat animo masyarakat juga berada di Dishub Provinsi Jawa Timur. Karena itu, evaluasi soal penambahan armada maupun pembukaan koridor baru akan bertumpu pada kajian teknis yang dilakukan provinsi.

Ia menegaskan bahwa jika ada keputusan baru, informasi itu akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. “Tentu kalau ada penambahan, pasti akan diinformasikan,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, penerimaan publik terhadap Trans Jatim dinilai semakin baik. Widjaja melihat minat warga tercermin dari perhatian yang meningkat dan penggunaan angkutan umum, terutama Trans Jatim, di kawasan Malang Raya.

Pemkot Malang memandang layanan ini sebagai alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi warga. Kehadiran Trans Jatim juga dinilai membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Dampak lain yang ikut diperhitungkan adalah potensi berkurangnya kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan. Karena sebagian pengguna mulai beralih ke transportasi umum, layanan ini dipandang relevan dengan kebutuhan mobilitas di Malang Raya.

Dari unsur legislatif, dorongan untuk memperkuat layanan ini juga datang dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko. Ia meminta Pemprov Jatim melakukan evaluasi tingkat keterisian penumpang atau load factor Trans Jatim koridor Malang Raya sebelum memutuskan penambahan armada atau pembukaan rute baru.

Bagi Dewanti, penambahan armada memang layak dilakukan bila kapasitas yang ada sudah tidak mampu menampung kebutuhan masyarakat. Dengan dasar evaluasi yang jelas, keputusan perluasan layanan diharapkan lebih tepat sasaran untuk wilayah Malang Raya.

Dorongan evaluasi itu menjadi penting karena animo warga terus bergerak naik, sementara kepastian ekspansi layanan masih menunggu langkah provinsi. Ukuran keterisian penumpang pada akhirnya akan menentukan apakah pengembangan bisa segera dijalankan atau masih perlu kajian lanjutan.

Bagi warga Malang Raya, Trans Jatim kini mulai dipandang bukan sekadar pilihan tambahan. Layanan ini semakin dilihat sebagai bagian dari perubahan menuju transportasi umum yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.

Source: suryamalang.tribunnews.com
Berita Terbaru