Perubahan potongan 8% di Grab Indonesia dan Gojek belum langsung terasa pada penghasilan harian sebagian pengemudi ojek online. Meski skema baru sudah berjalan, sejumlah driver menilai jumlah yang masuk ke saldo mereka tetap mirip seperti hari-hari sebelumnya.
Seorang pengemudi bahkan mengatakan hasil kerjanya pada hari kemarin mencapai Rp 250 ribu dari 20 trip. Ia menilai, dari sisi pendapatan akhir, perubahan potongan itu belum memberi beda yang signifikan.
Skema baru membuat detail perhitungan lebih rumit
Di lapangan, kebingungan muncul karena banyak driver semula mengira potongan 8% diambil langsung dari ongkos yang dibayar penumpang. Kenyataannya, ada komponen lain yang dipotong lebih dulu sebelum aplikasi mengambil 8% lagi.
Seorang pengemudi mengaku masih belum memahami sepenuhnya cara hitung potongan baru tersebut. Ia menilai penjelasan yang lebih rinci diperlukan agar mitra bisa melihat kenapa angka pendapatan bersih bisa berbeda dari dugaan awal.
“[Biaya aplikasi] bisa beda-beda, semakin jauh semakin mahal,” kata seorang pengemudi saat menjelaskan komponen yang ikut memengaruhi penghasilan.
Rincian Grab dan Gojek sama-sama berubah
Pada Grab, tarif minimal yang sebelumnya Rp 10.400 disebut turun menjadi Rp 10.200. Untuk layanan reguler, potongan 8% dilakukan langsung setelah trip selesai.
Dalam salah satu transaksi yang ditunjukkan, penumpang membayar Rp 19.800 dan pengemudi menerima pendapatan bersih Rp 15.500. Sementara pada GrabBike Hemat, pengemudi yang sebelumnya dikenakan potongan berbayar berdasarkan jumlah trip kini melihat pendapatan total dipotong 8%.
Tabel berikut merangkum beberapa komponen yang disebut berubah di Grab dan Gojek.
| Layanan | Tarif minimal | Potongan | Keterangan tambahan |
|---|---|---|---|
| Grab reguler | Rp 10.200 | 8% | Potongan dilakukan setelah trip selesai |
| GrabBike Hemat | Tidak disebutkan | 8% | Contoh pendapatan Rp 200 ribu turun menjadi Rp 184 ribu |
| Gojek hemat | Rp 10.212 | 8% | Ada potongan Gojek Rp 818 dan diskon voucher Rp 2.100 |
| Gojek reguler | Rp 10.580 | Biaya aplikasi | Biaya dapat berbeda pada tiap trip, ditambah asuransi perjalanan |
Di GrabBike Hemat, seorang pengemudi mencontohkan pendapatan Rp 200 ribu yang turun menjadi Rp 184 ribu setelah dipotong 8%. Pada layanan reguler Grab, potongan juga berjalan langsung setelah perjalanan selesai, sehingga angka bersih yang diterima mitra bisa berbeda dari tarif yang dibayar penumpang.
Gojek punya rincian yang lebih bertingkat
Pada Gojek, pengemudi melihat ada perbedaan tarif minimal antara layanan hemat dan reguler. Tarif minimal layanan hemat disebut Rp 10.212, sedangkan layanan reguler Rp 10.580.
Di layanan hemat Gojek, pendapatan mitra 92% disebut sebesar Rp 10.212 dan potongan Gojek 8% sebesar Rp 818. Selain itu, ada diskon voucher yang dibayarkan Gojek sebesar Rp 2.100.
Untuk layanan reguler Gojek, komponen di dalamnya termasuk biaya aplikasi yang bisa berbeda pada tiap trip. Pengemudi juga menyebut ada tambahan biaya asuransi perjalanan yang ikut memengaruhi hasil akhir.
Belum terasa di saldo harian
Kendati skema baru sudah diberlakukan, sebagian pengemudi menilai hasil akhir yang mereka terima belum banyak berubah. Mereka masih harus melihat detail transaksi satu per satu untuk memahami bagaimana biaya aplikasi, biaya platform, dan diskon voucher memengaruhi pendapatan bersih.
Kondisi itu membuat penerapan potongan 8% belum sepenuhnya dipahami di level operasional. Di sisi lain, bagi sebagian driver, angka yang masuk ke saldo harian sejauh ini masih terasa serupa dengan sebelumnya.
