Potongan Tumpeng Pertama Untuk Tukang Becak Dan Satgas, PDIP Jatim Tegaskan Hormat Pada Wong Cilik

Author: Redaksi Android62

Potongan tumpeng pertama dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Surabaya, diberikan kepada perwakilan satgas dan paguyuban becak. Momen itu menjadi penegasan bahwa perayaan Pancasila kali ini diarahkan untuk menempatkan rakyat kecil sebagai tamu utama.

Setelah upacara di halaman kantor DPD PDIP Jatim, acara berlanjut dengan tumpengan di aula lantai 2. Suasana peringatan dibuat hangat dan sederhana, dengan jajaran pengurus, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, serta para kader ikut hadir.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, mengatakan pilihan memberi jatah pertama kepada satgas dan tukang becak dilakukan secara sengaja. Menurut dia, langkah itu merupakan bentuk penghargaan nyata kepada wong cilik yang selama ini menjadi bagian penting dari perjuangan partai.

Deni menautkan sikap tersebut dengan pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Ia menegaskan bahwa semangat Pancasila tidak berhenti pada seremoni, melainkan harus diwujudkan dalam upaya menghadirkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia juga mengingatkan kader PDI Perjuangan agar mengamalkan setiap butir Pancasila dalam tindakan sehari-hari. Bagi Deni, partai harus terus memperjuangkan cita-cita Indonesia yang sejahtera sekaligus menjaga amanat sang proklamator agar keadilan benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Deni menilai militansi kader perlu dijaga agar seluruh kekuatan partai tetap satu barisan. Ia menyebut persatuan itu penting untuk membersamai wong cilik dan melawan ketidakadilan, sehingga PDI Perjuangan tetap menjadi satu rumah besar bagi para kader ideologis Bung Karno.

Salah satu penerima potongan tumpeng adalah Sukadi, anggota paguyuban becak berusia 94 tahun. Ia merasa bersyukur bisa ikut merasakan khidmatnya peringatan Harlah Pancasila bersama partai.

Sukadi mengatakan dirinya sudah 75 tahun bergabung di paguyuban becak. Ia menilai PDI Perjuangan sebagai partai yang menghargai loyalisnya dan melihat acara itu berlangsung tanpa pembedaan karena semua peserta makan bersama dalam suasana yang sama.

Bagi Sukadi, peringatan Hari Lahir Pancasila juga perlu menjadi pengingat agar nilai-nilai dasar bangsa tidak hanya dihafalkan. Ia berharap Pancasila benar-benar dijalankan dalam kehidupan masyarakat, karena menurut dia Pancasila masih tegak meski pelaksanaannya tetap perlu diperkuat.

Rangkaian kegiatan itu menutup peringatan Harlah Pancasila PDIP Jatim dengan suasana kebersamaan yang menonjol. Tumpengan bersama para perwakilan satgas dan paguyuban becak menjadi bagian yang paling menegaskan pesan penghormatan kepada rakyat kecil.

Source: pdiperjuangan-jatim.com
Berita Terbaru