Prabowo Buka Peluang Besar Jerman di RI, Mobil Listrik dan Mineral Kritis Jadi Taruhan

Author: Redaksi Android62

Presiden RI Prabowo Subianto membuka peluang lebih besar bagi investasi Jerman di Indonesia, dengan mobil listrik sebagai salah satu sektor yang paling ditekankan. Pintu kerja sama itu dibahas saat ia menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Selain kendaraan listrik, pemerintah juga menawarkan ruang bagi Jerman di sektor hilirisasi industri, transisi energi, dan pengembangan semikonduktor. Indonesia bahkan ikut membuka kesempatan keterlibatan Jerman dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang yang dibutuhkan industri masa depan.

Mineral kritis dan tanah jarang ikut masuk agenda

Prabowo menilai kerja sama itu tidak berhenti pada perdagangan biasa, melainkan menyentuh fondasi industri strategis. Mineral kritis dan tanah jarang dipandang penting karena menjadi bahan utama bagi kendaraan listrik dan berbagai teknologi baru.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kendaraan listrik. Karena itu, sektor tersebut ditempatkan sejajar dengan transisi energi, hilirisasi industri, dan semikonduktor sebagai fokus yang ditawarkan kepada investor Jerman.

Jerman diposisikan sebagai mitra teknologi

Prabowo menyebut Jerman sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Ia menilai negara itu memiliki kekuatan pada inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dan institusi.

Menurut Prabowo, Jerman selama ini juga menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan Indonesia. Ia menambahkan bahwa banyak warga Indonesia telah belajar dan memperoleh pelatihan di sana, sehingga hubungan kedua negara memiliki dimensi sumber daya manusia yang kuat.

Dari sisi pemerintah, hubungan ekonomi yang ditawarkan tidak hanya ditujukan pada arus modal. Arah kerja sama juga mencakup transfer pengetahuan, penguatan industri, dan pengembangan tenaga terampil.

UMKM hingga tenaga kerja ikut dibuka

Indonesia juga menyambut program Partnering In Business with Germany yang diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Program ini menjadi salah satu pintu tambahan agar manfaat kerja sama ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

Pemerintah memastikan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) kedua pada tahun ini. Forum itu diposisikan sebagai wadah lanjutan untuk menjaga kesinambungan pembahasan investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara.

Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent terkait Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Pemerintah berharap langkah tersebut memperluas peluang peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia.

Harapan lain yang disampaikan adalah terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman. Sektor yang dibidik tidak hanya bidang umum, tetapi juga sektor teknologi tingkat tinggi.

Hubungan yang disebut telah terjalin lama

Prabowo mengatakan hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman selama 74 tahun telah memberi manfaat nyata bagi kedua bangsa. Ia juga menyebut ikatan kedua negara telah terbangun jauh sebelum Indonesia merdeka.

Menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, ia berharap kerja sama yang ada terus berkembang di berbagai sektor strategis. Rangkaian kunjungan Steinmeier di Jakarta juga diisi jamuan santap siang kenegaraan yang digelar Prabowo untuk Presiden Jerman dan Elke Büdenbender.

Pertemuan itu menegaskan upaya kedua negara memperkuat kemitraan di bidang bisnis, energi, iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, dan budaya. Dari seluruh agenda yang dibahas, ajakan memperluas investasi pada kendaraan listrik menjadi pesan paling menonjol dalam pertemuan tersebut.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru