Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Sudaryono, segera menuntaskan seluruh persoalan di lembaga tersebut. Arahan ini menempatkan pembenahan tata kelola sebagai fokus utama saat program Makan Bergizi Gratis terus berjalan.
Sudaryono menyatakan BGN tidak boleh menghindari persoalan yang muncul di lingkungan lembaga maupun di lapangan. Ia menekankan penyelesaian harus dilakukan secara efektif, efisien, dan cepat dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pengawasan Publik Dibuka Lebih Luas
BGN membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dugaan penyimpangan, termasuk layanan dapur yang dinilai tidak berjalan semestinya, diminta segera dilaporkan agar dapat ditelusuri.
Sudaryono menyatakan setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui investigasi. Namun, ia meminta kritik dan pemberitaan disampaikan berdasarkan fakta serta tidak memuat hoaks, fitnah, atau salah tafsir yang disengaja.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak menyamaratakan dugaan kesalahan yang dilakukan satu atau dua pihak sebagai kekeliruan seluruh pelaksana program. Pengawasan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan dukungan bagi pihak yang bekerja sesuai aturan.
Perkara Dugaan Pelanggaran Diserahkan kepada Aparat
Untuk perkara yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di BGN, Sudaryono menegaskan prosesnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Lembaga tersebut menyatakan akan mendukung penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan.
Di tengah persoalan hukum yang ada, ia meminta pegawai BGN tidak larut dalam pesimisme. Sudaryono menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang baik, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki agar lebih terbuka.
Ketergantungan pada Individu Akan Dikurangi
Menurut Sudaryono, BGN masih menghadapi tantangan berupa dugaan penyelewengan, pelanggaran hukum, dan kurangnya keterbukaan. Karena itu, pola kerja yang bergantung pada individu akan diarahkan menjadi pola yang berbasis aturan dan sistem.
Petunjuk teknis, prosedur, dan mekanisme kerja yang jelas akan menjadi landasan bagi pengambilan keputusan di BGN. Langkah ini ditujukan agar pekerjaan tidak lagi ditentukan oleh figur tertentu serta dapat berjalan secara konsisten.
Sudaryono juga menyoroti pentingnya rapat dan pembahasan yang dilakukan secara terbuka. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan dinilai penting untuk mencegah kecurigaan sekaligus membangun budaya kerja yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Arahan Prabowo kepada Pimpinan Baru
Pesan Presiden disampaikan setelah Sudaryono dilantik memimpin Badan Gizi Nasional. Dalam keterangannya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), Sudaryono mengatakan Prabowo meminta jajaran lembaga menghadapi masalah secara langsung.
Ia menyebut arahan Presiden tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyelesaikan pekerjaan. Pembenahan di BGN juga harus dijalankan dengan niat baik untuk melayani masyarakat dan tetap berada dalam koridor hukum.
Sudaryono meminta seluruh jajaran bersikap optimistis sambil memperbaiki kelemahan yang masih ada. Targetnya adalah mengubah tata kelola yang sebelumnya kurang terang menjadi lebih terbuka, terukur, dan berbasis sistem.
Source: finance.detik.com






